Tampilkan postingan dengan label Sohn Ye Jin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sohn Ye Jin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 April 2010

‘Pumpkin Couple’ Lee Min Ho and Son Ye Jin will reveal a kiss scene


drama MBC Rabu dan Kamis ‘Personal Taste’ akan menayangkan adegan kiss yang dinantikan banyak penonton korea antara Park Kae In(Son Ye Jin) dan Jeon Jin Ho(Lee Min Ho)

dengan hati Kae In yang berubah untuk Jinho dari teman dekat yang dia anggap gay menjadi cinta yang ingin dia perjuangkan dan Jinho yang mencintai Kae In yang polos, cinta mustahil yang terjadi antara 2 orang ini akhir nya mekar juga.

Kae In, yang memulai ini karena hanya ingin balas dendam, datang kepada ChanRyul bahwa dia mengatakan kenyataan dia mulai menyukai Jinho,dan Jinho mendengar dan mengatakan ‘Permainan sudah selesai’ dan mencium Kae In didepan semua orang.

pada pertangahan pertama episode ini, Kae In berpikir apakah dia tidak akan bisa lagi berteman dengan ChangRyul dan Jinho, dan sisa episode drama ini diperkirakan akan menjadi pasangan lain menganggu hubungan mereka yang mulai terbentuk. tayang episode 10 malam ini akan juga menarik perhatian penonton antara ibu Jinho mengatahui bahwa Kae In dan Jinho selama ini tinggal 1 rumah.
source: soompi

ps: gw skrg sebenernya lg emosional dengan drama ‘Cinderella Sister’ yang bikin gw patah hati di ep 9, gw pengen nulis tentang klimaks episode 10 di Cinderella Sister yang akan terjadi nanti malam, tp gw masih sedih. btw, ini saja yg bisa gw share. gw si melihat cerita Personal Taste ga baru, tp asyik untuk ditonton.



Read More...

Selasa, 20 April 2010

Siapa Yang Lebih Keren : Minzy – Son Ye Jin – Lee Hyori ???



Lagi ??? Yup, kejadian kembaran ini terjadi lagi… Bahkan kali ini lintas penampilan… Maksudnya ??? Di MV dan di drama. Celana biru bertabur bintang dengan harga US$200 ini adalah koleksi Adidas Original by Original Jeremy Scott First Star Track Pants. Dan seleb yang make yaitu…



Minzy… Maknae 2NE1 ini make celana bintang itu di MV nya Try To Follow Me.


Son Ye Jin… Unnie ini makenya di sebuah adegan di drama Personal Taste bareng Lee Min Ho…


Lee Hyori… Ratu K-Pop berbintang ria di MV nya yang dilarang tayang ama KBS, Chitty Chitty Bang Bang.

Hayo… sapa yang paling keren berbintang2 ??? Gak cuma seleb, di Korea, celana ini dah habis terjual loh… OMO, 1,8 juta rupieh buat beli celana doang.???? Kaya bener…

cred : allkpop
Read More...

Selasa, 13 April 2010

Photo-Photo Shooting Personal Taste











Read More...

Sinopsis Personal Taste Episode 4

Jin Ho tidak mempedulikan omongan Kae In yang mengatakan bahwa memiliki teman homo itu sangat hebat. Jin Ho pergi ke kamarnya dan mengomel karna dia tidak menyangka Kae In akan mempermalukannya di hadapan Mr.Dong dengan mengatakan bahwa Jin Ho adalah seorang Gay.


Kae In yang tertidur di sofa terjatuh ke lantai dan terbangun. Kae In bertanya Tanya mengapa dia bisa tidur di sofa? Kae In pun ingat kalau semalam dia mabuk dan mengatakan bahwa Jin Ho itu seorang Gay di depan orang banyak. Kae In kaget karna mulutnya itu tidak bisa menjaga rahasia Jin Ho. Perutnya tiba-tiba berbunyi dan Kae In pun pergi ke kamar mandi.

Ketika mau berjalan ke kamar mandi, pintu kamar Jin Ho terbuka dan Jin Ho keluar kamar sambil menelfon, otomatis Kae In yang takut di salahkan mengenai kejadian semalam pun langsung pura-pura tidur di teras. Jin Ho melihat Kae In yang berpindah tidur dari di sofa ke teras dan mencoba membangunkan Kae In dengan menendang-nendang kakinya Kae In namun Kae In tidak bangun juga jadi Jin Ho pergi keluar


Sesudah Jin Ho pergi keluar, Kae In bangun dan peritnya lagi-lagi berbunyi sehingga dia pun buru-buru pergi ke kamar mandi. Tiba-tiba jendela kamar mandi terbuka dan terlihat Jin Ho berdiri di depan jendela. Kae In kaget melihat Jin Ho yang berdiri dan bertanya apakah Kae In ingin mengatakan sesuatu padanya? Kae In mulai ketakutan dan dia bilang, ah semalam aku mabuk dan sepertinya aku tidak melakukan suatu kejahatan ko. Jin Ho mukanya udah kesal karna Kae In tidak mengingat kejadian semalam. Kae In bilang kalau perutnya sakit dan dia segera menutup jendela dan bilang ke Jin Ho agar segera pergi ke kantor. Setelah menutup jendela, Kae In langsung lemas dan bilang betapa bodohnya dia karna sudah mengatakan Jin Ho gay di depan orang banyak.

Jin Ho dan Sang Joon pergi melihat lahan yang akan di jadikan proyek Gallery. Sang Joon mengatakan apa saja yang akan di bangun sementara Jin Ho mencoba membayangkannya dengan menggerak-gerakan pulpennya di udara seperti membuat suatu sketsa. Tiba-Tiba Jin Ho mengingat kejadian semalam ketika Kae In menyebutkan bahwa dia gay di depan orang banyak dan itu membuat Jin Ho lemas dan gambaran khayalannya pun hilang.


Sang Joon bilang ke Jin Ho kalau dia yakin Kae In tertarik sama Jin Ho. Jin Ho yang masih mengingat tentang gay pun langsung bilang kalau dia tidak tertarik dengan laki-laki. Sang Joon ga ngerti maksud Jin Ho dan bertanya, apakah Jin Ho benar-benar menganggap Kae In sebagai laki-laki? Jin Ho tidak mempedulikan itu dan berniat kembali ke mobil.

Ayah Chang Ryul datang juga ke lokasi proyek Gallery dan bertemu dengan Jn Ho dan Sang Joon. Ayah Chang Ryul ngoceh dan bilang kalau ayah Jin Ho itu bangkrut bukan karena dia namun karena ulah ayanya Jin Ho sendiri. Jin Ho kesal dan bilang kalau ayahnya itu bangkrut karena ulah bawahannya yang menghianati ayahnya dan melakukan kejahatan di perusahaan(bawahannya itu ayahnya Chang Ryul) Jin Ho kemudian pamit dan pergi dari tempat itu bersama Sang Joon.

In Hee dan Hye Mi berpapasan ketika mau masuk ke kantornya Jin Ho. In Hee melihat tas yang di bawa oleh Hye Mi yang ternyata sama dengan tas yang di bawa oleh In Hee juga. Hye Mi sempat hampir jatuh di tangga dan di tolong oleh In Hee. Hye Mi bertanya, siapa kamu? In Hee menjawab kalau dia mau bertemu dengan Jin Ho dan In He balas bertanya, kamu pasti pekerja di sini ya? Hye Mi kesal di katan begitu dan bilang kalau dia adalah tunangannya Jin Ho. Jelas In Hee kaget karna sepengetahuan dia Jin Ho itu kan Gay.


In Hee dan Hye Mi sama-sama duduk bareng menunggu Jin Ho. Tae Hoon memberikan mereka berdua teh namun dia memberikan tambahan senyuman untuk Hye Mi sementara wajah heran ke arah In Hee. Jin Ho masuk ke kantor dan langsung kaget melihat ada Hye Mi dan In Hee yang menunggunya. Hye Mi langsung merangkul tangannya Jin Ho yang justru di marahi oleh Jin Ho. Hye Mi bilang kalau dia datang untuk memberikan Vitamin yang dititipkan oleh ibunya Jin Ho. Jin Ho tidak mempedulikan Hye Mi dan langsung mengajak In Hee untuk berbicara di ruangannya.

Jin Ho bertanya apa keperluan In Hee datang ke kantornya? In Hee menyerahkan surat undangan dari grup sponsor dan bilang kepada Jin Ho jika Jin Ho datang ke acara itu maka Jin Ho mungkin bertemu dengan banyak koneksi untuk proyek Gallery. Jin Ho mengucapkan terima kasih karna In Hee sudah mau mengantarkan undangan itu langsung ke kantornya. Tiba-tiba ada telfon masuk ke In Hee yang merupakan telfon dari Chang Ryul namun In Hee tidak mengangkat dan bilang kalau itu telfon dari orang ga penting.

Sementara itu Chang Ryul dan sekertaris Kim sedang menunggu di kantor In Hee. Sekertaris Kim bilang kalau dari awal dia sudah menyarankan Chang Ryul untuk menelfon In Hee dari awal sebelum datang. Chang Ryul kesal sama sekertaris Kim dan bilang kalau In Hee tidak pernah mengangkat telfonnya sama sekali jadi percuma nelfon pagi-pagi juga.Sekertaris Kim pun menyarankan agar mereka menunggu In Hee saja di luar kantor.
Jin Ho mengantar In Hee keluar dari kantornya. In Hee mengajak Jin Ho untuk datang ke Gallery karna ada lukisan baru yang datang dan tentu saja itu akan membuat Jin Ho bisa akrab dengan Mr.Dong karna Mr.Dong akan menghabiskan banyak waktu untuk melihat lukisan itu. Jin Ho tersenyum yang di balas oleh senyumah In Hee juga.


Hye Mi lari keluar kantor Jin Ho di ikuti oleh Tae Hoon dari belakang. Hye Mi marah-marah ke Tae Hoon dan bertanya kapan Tae Hoon akan memberikan alamat rumah barunya Jin Ho.

Jin Ho mengantar In Hee kembali ke gallery tempat kerja In Hee. Sepanjang perjalanan In He terus menatap Jin Ho dan bertanya bagaimana Jin Ho bisa tinggal di Sang Go Jae? Jin Ho hanya tersenyum. Lalu In Hee bilang pasti sangat sulit untuk tinggal satu atap dengan Kae In yang sangat menyebalkan. Jin Ho mengalihkan pembicaraan dengan bertanya bagimana cara dia mengucapkan terima kasih kepada In Hee karna In Hee memberikan informasi tentang proyek Gallery. In Hee tersenyum dan bilang kalau Jin Ho bisa meneraktirnya makan. Jin Ho setuju dan bilang lain kali. In Hee menatap Jin Ho kesal karna jawaban Jin Ho tadi.

Chang Ryul dan Sekertaris Kim sedang menunggu In Hee di dalam mobil dan kaget begitu melihat In Hee di antar oleh Jin Ho. Sekertaris Kim bilang kalau In Hee dan Jin Ho bertukar nomor telfon padahal Jin Ho pasti sudah tau mengenai hubungan Chang Ryul dan In Hee. Ketika Jin Ho mau pergi, In Hee bilang kalau misalnya Jin Ho berhasil memenangkan proyek Gallery maka meneraktir In Hee hanya satu kali tentu tidak cukup. Jin Ho tersenyum dan In Hee pun memberikan salam pamit.


Jin Ho pergi ke kamar mandi di Gallery dan menghadap kaca untuk berlatih menjelaskan bahwa dia tidak Gay kepead Mr.Dong. ketika dia berlatih berkata dia tidak gay, justru dia di perhatikan oleh orang yang ada di kamar mandi.

Young Sun datang ke rumahnya Kae In sambil membawa Tiram yang diberikan oleh ibunya. Young Sun melihat Kae In sedang mengetik di laptop dan bertanya apa yang dibuat oleh Kae In? Kae In pun bilang kalau dia mecoba mencari lowongan pekerjaan. Young Sun bilang kalau Kae In tidak pernah bekerja di kantor lalu bagaimana? Kae In pun bilang mau ga mau dia harus bekeja untuk melunasi hutang Won Ho. Young Sun bertanya apakah Kae In sudah menyerah untuk mencari Won Ho? Kae In menghela nafas dan bilang ada masalah yang lebih gawat dari pada Won Ho.


Jin Ho pergi melihat lukisan baru yang ada di Gallery. Mr.Dong menghampiri Jin Ho dan bertana apa tujuan Jin Ho datang kemari? Jin Ho pun bilang kalau misalnya dia ingin men-design Gallery yang akan datang maka dia harus tau mengenai lukisna yang ada di Gallery yang sekarang. Mr.Dong pun mengajak Jin Ho untuk berbincang di ruangannya. Mr.Dong bertanya apakah ini suatu kebetulan? Karena mereka pertama kali bertemu karena Jin Ho menabrak mobilnya, dan itu menurut dia seperti di sengaja. Lalu Mr.Dong mengungkit tentang Perempuan yang bersama Jin Ho semalam(Kae In!) Jin Ho bilang ada kesalahpahaman yang terjadi semalam. Mr.Dong bialng dia tidak mengurusi masalah pribadi seseorang sehingga Jin Ho tidak usah khawatir dan Mr.Dong meminta Jin Ho untuk focus men-design gallery saja. Jin Ho pun berniat pamit namun sebelum itu dia menyarankan agar lukisan Kandinski sebaiknya di letakan di letak yang lebih baik dari pada Klimt. Mr.Dong bilang itu bukan ide yang buruk. (Kandinski? Klimt? Ah ga tau itu apaan.)

Young Sun mulai memarahi Kae In yang bodoh sekali karna mengatakan Jin Ho itu gay di depan orang banyak padahal sebelumnya Kae In sudah berjanji agar menjaga rahasia itu. Kae In lemes dan bilang apa yang harus dia lakukan sekarang? Young Sun bialng kalau ini masalah gawat, lalu Young Sun punya ide untuk mengajak Kae In pergi berbelanja.


Kae In bertanya apa maksud Young Sun mengajaknya berbelanja? Young Sun pun bilang kalau dia selalu membuat suaminya pulang cepat dengan mengatakan dia telah membuat makan malam. Lalu Young Sun memberikan strategi kepada Kae In untuk memberikan Jin Ho makanan agar moodnya bagus lalu Kae In meminta maaf tentang kejadian dia bilang Gay. Kae In lesu dan bilang kalau Jin Ho selama ini sepertinya menganggap dia laki-laki. Young Sun melihat dandanan Kae In dan berkomentar kalau dia jadi laki-laki maka dia tidak akan tertarik sama Kae In. Kae In kesal dan bilang kalau dia ga bisa masak jadi percuma mereka berbelanja untuk masak makan malam. Young Sun tetap bilang ke Kae In agar memasak makan malam namun Kae In kesal dan bilang dia akan bekerja mendapatkan uang dan menendang Jin Ho dari rumahnya.

Jin Ho kembali ke kantornya setelah dari Gallery. Ketika mau masuk ke ruangannya, dia mendapatkan telfon dari In Hee yang membuat Sang Joon langsung curiga ada sesuatu antara Jin Ho dan In Hee. Sang Joon bertanya apa yang di katakana oleh In Hee? Jin Ho bilang kalau Mr.Dong mengundang dia untuk minum teh dan makan malam. Sang Joon senang mendengar ha itu karna itu artinya Jin Ho mulai dekat dengan Mr.Dong dan Sang Joon pun langsung bilang kalau dia amat sangat bangga memiliki Boss seperti Jin Ho.

Kae In dan Young Sun berada di tempat penyewaan komik dan film. Young Sun kembali membuat rencana untuk Kae In meminta maaf kepada Jin Ho. Caranya adalah membuatkan Jin Ho makan malam lalu sesudahnya mengajak Jin Ho untuk menonton film bersama. Young Sun memilih fim tentang teman satu rumah yang Gay dan menurut Young Sun film itu akan sangat bagus untuk Kae In dan Jin Ho. Kae In malah mengambil film lain dan bilang kalau Jin Ho pasti tersiksa untuk menutupi identitas sebenarnya sebagai Gay makanya dia sebagai teman satu rumah dia mencoba untuk mengerti perasaan sedihnya Jin Ho.

Sang Joon bertanya, apakah kamu tau harapan seorang mahasiswa perempuan ketika natal? Karyawan laki-laki di kantor Jin Ho mencoba menebak, apakah baju hmm atau pacar? Karyawan yang perempuan menjawab, Binggo! Mahasisi banyak yang meninginginkan pacar tetapi mereka menginginkan pacar yang Gay. Jin Ho keluar dari ruangannya dan kaget mendengar hal itu. Sang Joon membahas tentang pacar Gay dengan karyawan yang lain. Karyawan wanita membuka internet dan mencari tahu tentang pacar Gay dan bilang kalau perempuan menginginkan pacar gay karena mereka bisa belanja bersama, mengerti perempuan dan gampang berbincang-bincang. Sang Joon melihat Jin Ho yang juga ikut melihat layar computer dan bertanya, apakah kamu tertarik mengenai pacar gay? Jin Ho gelagapan dan bilang kalau dia pulang duluan.


Jin Ho masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya pergi dari kantor. Dan diam-diam Tae Hoon mengikuti mobil Jin Ho untuk mengetahui dimana Jin Ho tinggal sekarang demi Hye Mi.

Hye Mi dan ibunya Jin Ho pergi ke spa bareng. Ibunya Jin Ho memuju Hye Mi yang semakin cantik. Hye Mi ga senang mendengar pujian ibunya Jin Ho karna bagaiman apun juga Jin Ho ga pernah bilang Hye Mi cantik. Ibunya Jin Ho menjelaskan bahwa Jin Ho tidak bilang Hye Mi cantik karna malu. Lalu Ibunya Jin Ho menceritakan kisahnya dan ayah Jin Ho dulu dan membuat Hye Mi senang dan berharap Jin Ho akan suka dengannya.


Jin Ho sampai di depan rumah Sang Go Jae dan kembali memikirkan kata-kata karyawan di kantornya yang bilang kalau pacar Gay itu sangat menyenangkan. Jin Ho menghela nafas dan bilang kalau dia sama sekali tidak tertarik dengan Kae In.

Sementara itu Kae In di dalam rumah sedang menyiapkan menu untuk membuat Tiram bersama degan Young Sun. Kae In mengajak Young Sun agar makan bersama saja di rumah namun Young Sun bilang dia tidak bisa karna harus menjemput anaknya. Jin Ho masuk ke dalam rumah dan itu membuat Kae In ketakutan.


Sementara itu di luar rumah Tae Hoon mendekati rumah Kae In dan mengeja nama rumah itu yang bernama Sang Go Jae dan akhirnya tae Hoon tau dimana Ji Hoo tinggal.

Kae In menyambut Jin Ho yang baru pulang dan Young Sun berkomentar kalau kata-kata mereka itu terlalu formal padahal mereka ini se umuran. Kae In bertanya ke Jin Ho apakah dia mau Kae In membuatkan makanan untuknya? Namun Jin Ho hanya diam saja. Young Sun bilang kalau JinHo pasti malu-malu sehingga bicaranya sangat formal. Jin Ho denagn dinginnya bilang permisi mau ke kamarnya. Young Sun lemes dan bilang kalau dia mau pergi menjemput anaknya. Kae In kebingungan dan memohon Young Sun tidak pulang dulu karna dia tidak bisa memasak. Young Sun memberikan Kae In semangat lalu pergi.

Kae In lemes dan mencoba mendekat ke kamar Jin Ho untuk menguping. Tiba-tiba pintu kamar Jin Ho terbuka dan Jin Ho datang menajak Kae In untuk berbicara sebantar. Jin Ho bertanya apakah Kae In benar-benar tidak mengingat kejadian semalam? Kae In bilang tidak sama sekali karna dia mabuk. Jin Ho bilang kalau dia membayar mkanannya Kae In dan Kae In pun bilang dia akan mengganti. Jin Ho lagi-lagi bilang kalau Kae In memakan daging dan dia membayar 10.000 won. Kae In tiba-tiba tertawa dan bilang kalau semalam dia tidak makan sampai sebanyak itu dan Jin Ho berbohong. Jin Ho tersenyum dan bilang, ah apakah memorymu sudah kembali? Kae In kaget denger itu karna ternyata Jin Ho sengaja menjebak dia.


Jin Ho bilang ke Kae In kalau dia paling tidak suka pembohong dan akhirnya dia meminta Kae In untuk membuat surat perjanjian bahwa Kae In berjanji tidak akan mengurusi masalah pribadi Jin Ho di depan public lagi dan jika dia melanggar maka dia bersedia melakukan apapun yang di perintahkan oleh Jin Ho. Dan sebagai tanda sah surat perjanjian itu Kae In di paksa cap jempol oleh Jin Ho. Setelah surat perjanjian selesai Kae In berkata kepada Jin Ho bahwa dia akan memasakan makan malam.

Kae In masuk ke dapur dan mulai menyiapkan makan malam. Tanagnnya sempat terluka ketika memotong bumbu dan ida pun kembali melanjutkan memasak. Dapur terlihat sangat berantakan dan ternyata Tiram yang dipanggang di oven ternyata gosong dan Tiram itu pun gagal. Kae In mencoba mencari Tiram yang masih ada dan kembali membuatnya.

Kae In duduk di meja makan dan menatap kesal Jin Ho yang lebih memakan masakan Jin Ho dari pada masakan Tiram buatannya. Kae In menyodorkan Tiram hasil buatannya ke Jin Ho namun tidak di sentuh sama sekali oleh Jin Ho. Kae In ngomong sendiri dan bilang kalau dia sudah susah payah masak untuk seseorang sampai tangannya kea pisau tapi orang itu justru tidak menghargainya. Jin Ho kesal di katakana begitu dan dia pun akhirnya memakan Tiram itu. Kae In bertanya bagaimana rasanya? Jin Ho mengatakan kalau Tiram itu rasanya cukup bisa di makan oleh manusia. Kae In terus memperhatikan Tiram itu. Jin Ho bertanya apakah dia mau? Kae In bilang tidak karna dia memasak banyak. Kae In kembali bertanya bagaiman arasanya? Jin Hoo nyepet dan bilang Kae In kan memasak banyak pasti sudah merasakan.


Kae In berkata bahwa dia senang bisa akrab dengan Jin Ho tetapi Jin Ho bilang aklau dia tidak berniat akrab dengan Kae In sama sekali. Kae In lalu menyodorkan tangannya sebagai tanda pertemanan namun Jin Ho hanya menyalami sedikit dan pergi ke dapur.

Kae In datang ke dapur dan melihat Jin Ho sedang cuci piring. Kae In berharap Jin Ho mau mencuci piringnya juga namun ternyata Jin Ho tidak mencucinya dan langsung pergi. Kae In menghalangi jalan Jin Ho dan mengajak Jin Ho untuk nonton film bareng namun Jin Ho menolak dan segera pergi.

In Hee memasukan pin untuk masuk ke apartemennya namun tidak bisa karna pin-nya sudah diganti oleh Chang Ryul yang sedang menikmati music di dalam apartemennya. In Hee memukul-mukul pintu dan juga membnyikan bel. Chang Ryul pun membuka pintu secara otomatis. In Hee masuk dan marah-marah ke Chang Ryul dan mematikan music. Namun Chang Ryul kembai menyalakan music. In Hee bilang kalau Chang Ryul itu sangat kekanak-kanakan dan Chang Ryul mengakui kalau dia memang kekanak-kanakan.


Chang Ryul kemudian marah-marah ke In Hee karna tadi siang dia melihat In Hee di antar oleh Jin Ho. In Hee bilang kalau diantara dia dan Chang Ryul sudah berakhir jadi dia mau pergi dengan Jin Hoo bukan urusah Chang Ryul lagi. Chang Ryul bilang kalau dia tidak mau mengakhiri hubungannya dengan In Hee namun In Hee tidak peduli dan berniat pergi. Chang Ryul buru-buru memeluk In Hee dari belakang dan meminta maaf dan meminta diberikan kesempatan kedua. In Hee bilang kalau dia tidak mau kembali dengan Chang Ryul. Chang Ryul pun melepaskan pelukannya dan membiarkan In Hee pergi.

Kae In sedang menonton film komedy yang membuat dia tertawa puas. Jin Ho datang untuk mengambil minum dan ngomong kalau dia ga nyangka Kae In dengan mudah melupakan kesedihannya. Tiba-tiba Kae In berkata, “In Hee tolong ambilkan minum.” Kae In da Jin Ho sama-sama kaget mendengar itu. Jin Ho pun mengambil minum untuk Kae In lalu bertanya sudah berapa lama Kae In tinggal dengan In Hee? Kae In menjawab sudah 10 tahun.

Kae In menawarkan Jin Ho pop corn namun Jin Ho menolak dan bilang pop corn itu ga sehat untuk tubuh. Jin Ho ga tega melihat Kae In nonton sendiri dan akhirnya ikut menemani Kae In menonton. Jin Ho memakan pop corn dan berkomentar kalau itu cukup enak. Kae In mengejek Jin Ho dengan mengatakan, bukanya tadi kau bilang itu tidak baik untuk tubuh? Kae In diam-diam tersenyum karna mulai merasa akrab dengan Jin Ho. Lalu Kae In bertanya, sejak kapan kamu tahu kalau kamu itu… gay? Jin Ho menatapnya tidak suka dan bertanya, apakah kamu lesbi? Kae In tersenyum dan bilang dia tumbuh tanpa ibu dan berbeda dengan yang lainnya dan pada saat ada pagelaran di TKnya dia di tolong oleh ibu orang lain untuk mengikatkan tali di bajunya. Jin Ho berkomentar kalau dia ga suka pagelaran. Kae In tertawa dan bilang tentu saja Jin Hoo ga suka karna Jin Ho Gay. Jin Ho kesal dan memasukan pop corn sebanyak-banyaknya ke mulut Kae In agar Kae In diam.


Besok paginya Sang Joon datang terlambat ke kantor dan bertanya ada di mana Jin Ho? Tae Hoon bilang kalau Jin Ho ada di kamar mandi. Jin Ho keluar dari kamar mandi dan berbicara dengan Sang Joon. Tiba-tiba perutnya mules dan Jin Ho langsung berlari keluar. Sang Joon mencoba memberhentikan Jin Ho tetapi Jin Ho malah memarahinya dan langsung berlari. Ketika dia mau menyebrang lampunya masih merah sehingga dia terus menahan rasa sakit perutnya. Ketika lampu menyebrang hijau, dia pun langsung berlari ke apotek untuk membeli obat diare.

Kae In sedang menyiapkan surat lamaran kerja lalu mendapatkan telfon dari Young Sun yang bertanya apakah Kae In baik-baik saja? Kae In bilang iya dan bertanya ada apa? Young Sun pun menjelaskan kalau ibunya itu ternyata mengirim Tiram yang ga bagus. Kae In bilang kalau dia sehat karna ga makan tiram itu tapi Jin Ho lah yang memakan semua Tiram.

Penjaga apoteknya genit ke Jin Ho dan sengaja melama-lamakan Jin Ho yang sudah sakit perut sekali. Jin Ho menanyakan kamar mandi di apotek dan penjaga itu menunjuk kamar mandi di sebelah apotek namun ternyata kamar mandi itu di kunci dan kuncinya ada di si penjaga apotek. Jin Ho akhirnya masuk ke kamar mandi dan berteriak kesal ke Kae In.


Kae In mencoba menelfon Jin Ho untuk menanyakan kabar Jin Ho namun Jin Ho tidak mengangkat telfonnya dan Kae In pun jadi berfikir bahwa Jin Ho sehat atau tidak bukan urusan dia. Kae In pun segera berlari larna mau interview pekerjaan dan ternyata hujan mulai turun. Sang Joon mengantarkan Jin Ho ke mobil dan bilang agar Jin Ho hati-hati di jalan.

Chang Ryul pergi ke sebuah perusahaan di temani oleh bos perusahaan itu yang menjelaskan banyak hal. Si bos itu mengajak Chang Ryul untuk ke ruangannya dan ternyata Kae In sedang menunggu si bos itu untuk melamar pekerjaan. Kae In menjelaskan bahwa dia seoranag furniture designer namun si bos bilang kalau dia tidak membutuhkan seorang designer tapi membutuhkan sekertaris. Chang Ryul ang melihat Kae In langsung sembunyi dan merasa kasihan ke Kae In yang pergi meninggalkan perusahaan itu.


Ketika di lampu merah, sekertaris Kim bilang “lihat perempuan itu!” ternyata perempuan yang di maksud oleh sekertaris Kim adalah Kae In yang sedang berlari-lari di tengah hujan. Chang Ryul menyuruh sekertaris Kim turun dari mobil dan dia membawa mobilnya sendiri. Chang Ryul memperhatikan Kae In yang berlari kehujanan dan masuk ke minimarket dan makan mie di dalam.

Jin Ho bertemu dengan Mr.Dong untuk makan malam bersama. Mr.Dong bilang kalau dia sudah memindahkan lukisan kandinski dan atmosfernya berubah menjadi lebih baik. Mr.Dong mengatakan terimakasih atas saran Jin Ho waktu itu dan menunggu hasil design Jin Ho untuk proyel gallery. Tiba-tiba perutnya Jin Ho kembali sakit dan Mr.Dong mengatakan agar Jin Ho beristirahat saja dan makan malam di lanjutkan lain kali saja. Jin Ho bilang tidak perlu dan Mr.Dong memberikan dia saputangan dan bilang bahwa sebaiknya makan malam dilanjutkan lain kali dan dia harap saputangan itu di balikan kepadanya karna itu saputangan yang berharga baginya.

Kae In pulang ke rumahnya jalan kaki sementara itu Chang Ryul diam-diam mengikuti Kae In dari belakang menggunakan mobil. Chang Ryul sempat lama menunggu Kae In di luar rumah namun akhirnya dia memilih pergi dan dari arah belakang ada mobil Jin Ho yang melihat perginya mobil Chang Ryul tanpa tahu kalau itu adalah mobil Chang Ryul.


Kae In melihat Jin Ho baru datang dan cepat-cepat menghampiri Jin Ho untuk meminta maaf karna dia juga tidak tahu. Jin Ho ga ngerti apa tapi pas Kae In bilang tentang diare maka Jin Hio tambah kesal sama Kae In. Kae In bilang kalau dia mempunyai obat diare sehingga Kae In pun mencari obat di laci rumah. Jin Ho melihat lantai yang basah karena Kae In yang pergi ke sana kemari dalam keadaan basah juga. Jin Ho pun melemparkan handuk ke Kae In dan bilang agar Kae In mengeringkan diri dulu.

Jin Ho sedang menggambar di kamarnya tiba-tiba ada suara benda pecah dan teriakan Kae In. awalnya Jin Ho ga peduli tapi akhirnya Jin Ho menghampiri Kae In dan melihat kalau kae In menjatuhkan mangkok dan tangan Kae In terluka.

Kae In lalu memberikan Jin Ho bubur. Ketika Jin Ho mau makanbubur itu, dia curiga sama Kae In dan menyurh kae In makan bubur ituu terlebih dahulu. Kae In memakan bubur itu dan bilang kalau dia ga apa-apa maka Jin Ho pun harus memakannya. Jin Ho pun mulai memakan bubur itu. Kae In tersenyum dan bilang kalau mereka ciuman secara ga langsung. Jin Ho cuek dan membuat kae In ingin memukulnya. Jin Ho melihat luka di jari Kae In dan bertanya kenapa? Kae In pun bilang kalau luka di jarinya itu gara-gara membuat Tiram dan juga bubur untuk Jin Ho. Jin Ho menyuruh Kae In memakai hansaplast namun Kae In bilang ga perlu.


Tiba-tiba ada telfon masuk. Kae In melihat telfon itu dan kaget karna ternyata yang menelfonnya itu adalah Chang Ryul. Akhirnya Kae In mengangkat telfon itu dan hanya mendengarkan ocehan Chang Ryul yang bilang menunggu Kae In di luar untuk melihat wajah Kae In. Kae In memutuskan telfon dan Jin Ho bilang, apakah dia mai bertemu? Kae In pun bilang kalau Chang Ryul ada di depan menunggu dirinya. Jin Ho bilang agar Kae In ga keluar dan Kae In pun bilang kalau dia ga akan keluar. Tapi Jin Ho bilang kalau di jidat Kae In ada tulisan yang mengatakan bahwa dia ingin menemui Chang Ryul Kae In kesal dan bilang kalau dia tidak akan pernah keluar.

Chang Ryul terus menelfoni Kae In bahkan sampai jam 11 malam. Jin Ho melihat ke kotak obatnya dan berniat memberikan Kae In hansaplast untuk jarinya Kae In yang terluka, tapi yang dia lihat justru Kae In yang berlari-lari keluar untuk bertemu dengan Chang Ryul.

Kae In keluar rumah namun ternyata tidak ada Chang Ryul yang menunggu. Dia pun berniat masuk ke dalam rumah kembali tapi dia berjalan ke arah pinggir rumahnya dan melihat Chang Ryul yang bersender ke mobil dan menungggunya. Kae In tidak tega melihat Chang Ryul dan menyuruh Chang Ryul pulang dan tidur di rumahnya Chang Ryul. Chang Ryul berjalan mendekat ke Kae In dan Kae In pun bilang kalauIn Hee sudah tidak tinggal di ruamhnya jadi dia minta Chang Ryul pergi. Chang Ryul bilang kalau dia datang untuk menemui Kae In. Kae In kesal dan bilang, apakah karna abis hujan kau mengingat anjing bodohmu ini? Chang Ryul bilang kalau dia datang untuk meminta maaf.


Kae In yang masih kesal dengan Chang Ryul dan bilang kalau Chang Ryul itu egois. Chang Ryul meminta Kae In untuk memukulnya tetapi Kae In bilang ga mau memukul Chang Ryul karna takut tanganna kotor. Chang Ryul bilang kalau dia memang pantas terlihat kotor di depan Kae In. Lalu kae In bertanya kenapa Chng Ryul lebih memilih In Hee? Chang Ryul bilang kalau In Hee memberikan Chang Ryul segalanya. Kae In ga bisa terima dan bilang kalau dia selalu berusaha dandan cantik untuk Chang Ryul dan selalu mendengarkan keluh kesah-nya Chang Ryul, apakah itu tidak cukup? Chang Ryul bilang kalau dia itu laki-laki berfikiran sederhan adan tidak bisa berfikir panjang.

Tiba-tiba ada telfon masuk ke HP Chang Ryul yang merupakan telfon dari In Hee. Chang Ryul marah-marah ke In Hee dan menyuruh In Hee untuk tidur duluan saja. Kae In kaget mengetahui kalau Chang Ryul tinggal serumah dengan In Hee . Kae In bilang ke Chang Ryul kalau Chang Ryul tidak punya hati karna telah menyakiti hatinya. Kae In menyuruh hang Ryul pulang dan Kae In pun masuk ke dalam rumah.

Kae In masuk ke rumah dan bertemu dengan Jin Ho yang mengejek Kae In sebagai perempuan yang tidak memiliki harda diri karna muskipun sudah di sakiti tetapi Kae In masih bisa keluar menemui laki-laki yang sudah menyakitinya. Kae In kesal dan memukul-mukul Jin Ho dan berkata kalo dia memang menyedihkan. Jin Ho tambah mengejek Kae In sebagai wanita yang menyedihkan. Kae In kesal dan bilang kalau Jin Ho tidak pernah merasakan ada di posisi dia jadi tidak pernah merasa sedih.


Akhirnya Jin Ho menemani Kae In minum-minum. Kae In menumpahkan segala keluh kesahnya ke Jin Ho dan bilang kalau selama ini Chang Ryul hanya menganggap dia anak-naka bukan wanita! Jin Ho menyuruh Kae In untuk melupakan hal itu namun kae In bilang sulit melupakan hal itu apalagi dia merasa semua ini adalah salahnya. Jin Ho mengambil botol akhohol yang diminum Kae In dan bilang ke Kae In agar membuat Chang Ryul datang ke Kae In dan kembali kepada Kae In dengan perasaan menyesal. Kae In mendekat ke Jin Ho dan bilang, “Jin Ho ssi bisakah kau merubahku jadi wanita?”

Read More...

Sinopsis Personal Taste Episode 3

Kae In mengatakan kalau Jin Ho itu homo, lalu Kae In menantang In Hee untuk mencoba merayu Jin Ho dan bilang siapa tahu In Hee dapat merubah seleranya Jin Ho yanga walnya suka laki-laki kembali menjadi suka perempuan. In Hee bilang pasti Kae In bohong, Kae In membela diri dengan mengatakan bahwa dirinay tidak pernah berbohong seperti yang di lakukan oleh In Hee. Lalu Kae In juga bilang kalau dia lebih baik menyewakan kamarnay kepada Jin Ho dari pada ke In Hee yang telah merebut pacarnya. Kae In juga bilang kalau dia merasa jauh lebih nyaman bersama Jin Ho dengan mengetahui bahwa Jin Ho tidak akan mungkin menyakitinya. In Hee ga mau kalah dan bilang kalau Kae In itu ga mungkin di taksir sama laki-laki karna gaya Kae In yang payah dan In Hee juga bilang kalau dia tidak merebut Chang Ryul justru Chang Ryul yang suka sama dia.


Kae In semakin kesal dan menyuruh In Hee segera keluar dari rumahnya. In Hee bilang kalau dia pergi ke rumahnya Kae In itu karna dia tidak tahu mau tinggal dimana. Kae In bilang ke In Hee kalau In Hee adalah orang yang paling ga tahu sopan santun dan juga ga tau malu. In Hee marah dan bilang kalau dia ga tau mau pergi ke mana. Kae In menarin In Hee dan bilang ke In Hee kalau In Hee ga mau di pukul oleh dia maka segera pergi dari tempat ini sekarang. In Hee pun memilih untuk pergi dan bilang kalau lebih baik mereka mendinginkan pikiran dulu untuk memikirkan satu sama lain. Kae In langsung bilang kalau dia tidak mau meluangkan waktu untuk memikirkan orang kaya In Hee. In Hee kesal dan melihat ke arah Jin Hoo yang ada di depan kamarnya lalu In Hee membawa kopernya dan pergi.

Kae In masih terus mengomel dan bilang kalau In Hee benar-benar telah membuat dia kecewa sekali. Ketika Kae In membalikan badannya, dia kaget melihat Jin Hoo yang sudah berdiri di dekatnya. Kae In mengambil bor yang tadi dia bawa dan berniat pergi, namun Jin Hoo mencegah dan bertanya ke Kae In apa yang tadi Kae In kata kan kepada In Hee? Kae In ga ngerti dan Jin Hoo pun kembali bertanya apa maksud Kae In mengatakan kalau dia homo? Kae In bilang dia mengerti kalau Jin Ho ingin hal itu di rahasiakan dan dia bilang kalau dia tadi lagi emosi jadi ga sengaja mengatakan hal itu. Kae In juga menegur Jin Ho karna dia menganggap Jin Ho tidak menyembunyikan ke-homo-annya dengan baik dan sikapnya Jin Ho itu menunjukannya secara mencolok. Lalu Kae In bilang ke Jin Hoo agar tidak perlu khawatir karena dia akan menyimpan rahasia. Kae In komentar ke Jin Hoo kalau selera Jin Hoo itu campur aduk dan juga menyuruh Jin Hoo agar memilih salah satu dari 2 pacar Jin Hoo. Setelah ngomong demikian Kae In pun pergi ke dalam.


Jin Hoo yang masih diam di luar pun mulai mengingat ketika dia bertemu dengan Kae In di hotel dan kebetulan pada saat itu Tae Hoon datang dan berlutut ke Jin Hoo dan meminta agar Jin Hoo tidak pergi. Lalu dia kembali mengingat pertanyaan Young Sun yang bertanya apakah Jin Hoo dan juga Sang Joon sudah saling kenal sejak lama? Dari situ Jin Hoo berfikir jangan-jangan Kae In menyangkanya homo. Jin Hoo pun pergi ke kamarnya dan segera mengemasi barang-barangnya.

Kae In yang sedang di gudang tiba-tiba di hampiri oleh Jin Hoo yang meminta nomor HP-nya Kae In. Kae In pun memberikan nomor HP-nya tanpa mengerti maksud Jin Hoo. Jin Hoo lalu bilang kalau dia akan menghubung Kae In dan meminta Kae In mengembalikan uangnya dan barang-barangnya dia yang ada di rumah ini akan diambil nanti. Kae In kaget karna ternyata Jin Hoo berniat pergi dari rumah itu. Jin Hoo buru-buru masuk ke mobil dan Kae In juga mengejarnya dan meminta Jin Hoo janagn pergi namun Jin Hoo tetap pergi.

Ketika di jalan Jin Hoo memikirkan kata-kata Kae In yang bialng kalau dia itu homo dan dia pun langsung berteriak frustasi. Paginya Sang Joon masuk ke dalam ruangannya Jin Hoo untuk mengucapkan selamat pagi lalu kembalI keluar namun dia kembali masuk dan duduk di kursi. Sang Joon bertanya apakah ada masalah? Jin Hoo menjawab iya. Sang Joon kembali bertanya apakah masalah itu karena perempuan di rumah Sang Go Jae itu? Sang Joon kemudian berkomentar kalau sejak pertama bertemu dengan Kae In dia sudah yakin kalau perempuan itu tidak normal. Sang Joon juga bilang dia mengerti kalau perempuan itu menyukai Jin Hoo dan bertanya apa yang sekarang mereka harus lakukan? Jin Hoo dengan lemas mengatakan bahwa perempuan itu mengatakan sesuatu kepadanya. Sang Joon mencoba menebak dan bilang apakah perempuan itu mengajakmu kencan? Atau perempuan itu mengajakmu menikah? Jin Hoo mencoba mengatakan kalau dia disangka gay namun dia tidak kuat mengatakan itu dan bilang ke Sang Joon agar melupakan hal itu saja.


Lalu Jin Hoo bilang kalau dia sudah keluar dari rumah Sang Go Jae itu karna dari awal dia tidak merasa nyaman tinggal di rumah itu. Jin Hoo kemudian bilang agar mereka mulai membahas tentang proposal proyek gallery itu tanpa mengikuti konsep yang seperti rumah Sang Go Jae. Jin Hoo kemudian bilang kalau dia sudah membuat konsep rumah tradisional Korea untuk proyek gallery tersebut. Sang Joon terlihat tidak bersemangat dan bilang kalau mereka akan kalah kalau tidak menggunakan konsep rumah Sang Go Jae itu. Jin Hoo mencoba kembali menjelaskan konsep yang dia punya namun Sang Joon memotong omongan Jin Hoo Dan bilang kalau misalnya mereka kalah maka Jin Hoo bisa pergi kemana saja sementara dirinya akan memulai bisnis keluarga dengan membuka supermarket yang menjual lobak dan kubis. Sang Joon juga bilang kalau dia tidak mau tangannya sampe kotor ketika berjualan. Dan itu membuat Jin Ho cukup kesal.


Young Sun datang ke rumahnya Kae In dan mereka membahas tentang In Hee yang datang ke rumahnya Kae In. Kae In bilang ketika In Hee datang dia menarik rambut In Hee dan menyuruh In Hee untuk merayu Jin Ho yang gay. Young Sun bertanya apakah Jin Ho mendengar perkataan Kae In yang mengatakan kalau Jin Ho itu gay? Kae In mengangguk dan bilang karna hal itu lah maka Jin Ho meninggalkan rumah dan membawa barang-barang.


Kae In mencoba menelfon Jin Ho untuk mengajak kembali ke rumah namun Jin Hoo tidak mengangkat telfon Kae In dan mengirim SMS ke Kae In yang menyuruh Kae In agar cepat mengembalikan uangnya Jin Hoo terakhir hari ini. Young Sun pun mulai memarahi Kae In karna dia sudah susah payah membawa Jin Hoo untuk nge-kost namun Kae In malah membuat Jin Hoo keluar. Kae In bilang kalau dia tidak peduli dengan Jin Hoo dan akan berusaha untuk mencari Won Hoo dan mengembalikan uang kepada Jin Hoo.

Kae In pun mulai mencari Won Hoo ke tempat-tempat biasa Won Ho nongkrong. Mulai dari tempat game online, dan juag ke tempat sewa komik. Kae In melihat ada seseorang yang memakai kupluk warna kuning seperti yang di pakai Woon Hoo maka dia pun menghampiri orang itu dan memukulnya. Namun ternyata itu bukan Won Hoo dan Kae In pun langsung meminta maaf. Kae In kemudian mencari ke stasiun dan menanyakan Won Hoo ke orang-orang yang duduk di pinggir stasiun namun mereka tidak mengenak Won Ho. Kae In pun menelfon Won Ho dan meninggalkan pesan dengan mengatakan bahwa mereka akan membicarakan masalah ini baikbaik dan menemukan pemecah masalahnya.

In Hee sedang di tempat sauna sambil membersihkan make up-nya. Seorang ibu-ibu bilang ke temannya kalau mukanya In Hee itu sangat berbeda ketika tidak memakai make up. In Hee kesal dan bilang ke ibu-ibu itu agar membicarakan hal yang lebih penting. Si ibu-ibu tersinggung dan bilang akan melaporkan In Hee ke suaminya. (Who cares?)


Kae In pergi ke dokter untuk melepas perban di kakinya. Ketika mau keluar dari rumah sakit, Kae In melihat seorang wanita yang kakinya di perban dan di bantu berjalan oleh seorang laki-laki. Dia pun langsung ingat Jin Hoo yang mengantarkan Kae In ke rumah sakit ketika kakinya terkilir.

Jin Ho dan Sang Joon sedang memikirkan design rumah Sang Go Jae dan mereka bertanya kenapa tuan Park bisa membuat rumah seperti Sang Go Jae? Jin Ho berkomentar kalau menurut interview, Tuan Park membangun Sang Go Jae untuk istri dan anaknya. Lalu Sang Joon bilang ke Jin Ho kalau misalnya Jin Ho kembali ke Sang Go Jae maka Jin Ho harus mengingat detail rumah itu kembali. Jin Ho menolak dan bilang kalau dia tidak akan kembali ke rumah Sang Go Jae kalau uangnya belum di kembalikan.

Sang Joon membujuk Jin Hoo untuk berbaikan dengan Kae In dan membangun hubungan baik demi proyek gallery. Lalu Sang Joon juga bilang siapa tahu saja Jin Hoo beruntung dan bisa menjadi menantu tuan Park(ayanya Kae In hmm berarti jadi suami Kae In dong? Ah ga rido gw haha) Dan Jin Ho pun akan menjadi orang terkenal karna menjadi menantu tuan Park. Jin Ho kesal dan menyuruh Sang Joon diam saja.


Pintu terbuka dan Tae Hoon datang. Sang Joon kaget dan langsung menutupi design design rumah seperti Sang Go Jae. Sang Joon marah ke Tae Hoon dan meminta Tae Hoon mengetuk pintu dahulu sebelum masuk. Tae Hoon bilang kalau dia ke situ membawa tamu yang ingin bertemu dengan Jin Ho dan tamu itu adalah Kae In. Jin Hoo takut Kae In melihat design rumah Sang Go Jae sehingga dia pun buru-buru menarik Kae In untuk berbicara di luar. Tae Hoon nanya ke Sang Joon siapa perempuan itu? Dan Sang Joon menjawab kalau perempuan itu orang penting.


Kae In ternyata datang untuk meminta maaf atas perkataan dia semalam yang membeberkan rahasia Jin Ho yang sebenarnya gay. Kae In benar-benar minta maaf dan membujuk Jin Ho untuk kembali ke rumah. Jin Ho menolak dan meminta Kae In segera mengembalikan uangnya. Ketika Jin Ho akan kembali masuk ke kantornya, Kae In memanggin Jin Ho dan memberikan Jin Ho kotak yang isinya sebuah kursi dan meja dalam bentuk mini. Jin Ho bertanya apakah itu sebagai sogokan? Kae In bilang bukan, hadian itu sebagai rasa terima kasih dia karna dulu Jin Ho sudah mengantar dia ke rumah sakit. Jin Ho mengatakan makasih dan terlihat berfikir sejenak. Kae In menanyakan apakah Jin Ho akan kembali ke rumah? Jin Ho bilang makasih atas hadiah perpisahannya dan dia langsung masuk ke dalam kantor.


Sang Joon masuk ke ruangan Jin Ho dan melihat ada mainan kursi dan meja ukuran mini di meja kerjanya Jin Ho. Sang Joon bertanya apakah Jin Ho membelinya? Jin Ho bilang kalau itu hadiah dari seseorang. Ketika Jin Ho dan Sang Joon mau pergi ke gallery, Hye Mi datang dan marah-marah ke Jin Ho yang sudah meninggalkan rumah beberapa hari ini. Jin Ho bilang dia sibuk dan langsung pergi keluar. Hye Mi menyusul dan masih terus ngomel. Akhirnya Jin Ho bilang ke Hye Mi kalau dia merasa ga nyaman tinggal serumah dengan Hye Mi karna itu tidak baik di mata orang lain. Jin Ho pun langsung meninggalkan Hye Mi yang cembrut. Hye Mi melihat Tae Hoon dan mengajaknya berkencan asal Tae Hoon mau mencari alamat barunya Jin Ho.

Ayahnya Chang Ryul menghampiri mr.Dong(yang jadi juri dulu loh) yang kebetulan sedang bersama dengan sekertarisnya, In Hee. In Hee segera keluar karna Ayah Chang Ryul mengatakan ada hal penting yang mau dibicarakan dengan Mr.Dan. Ayang Chang Ryul memuji gallery yang akan dibuka oleh ayah Mr Dong dan dia pun mau memberikan lukisan yang merupakan lukisan kesukaannya itu kepada Mr.Dong. Mr Dong menolak dan bilang dia akan pergi menemui seseorang dan meninggalkan Ayah Chang Ryul yang kesal setengah mati.

Chang Ryul diam-diam mengintip mencari In Hee. Sekertaris Kim menyuruh Chang Ryul agar bangun dari mimpinya dan bialng kalau In Hee sudah bukan calon istrinya lagi. Jin Ho dan juga Sang Joon lewat dan Chang Ryul pun mengejek Jin Ho dengan mengatakan “Kirain perusahaan kecilmu itu sudah bangkut” Jin Ho tidak menanggapi hal itu sedangkan Sang Joon kesal dan berniat memukul Chang Ryul namun sekertaris Kim buru buru melindungi Chang Ryul dan Jin Ho pun buru-buru menarik Sang Joon.


Persentasi di mulai di gallery itu dengan dibuka oleh Mr.Dong yang mengatakan bahwa dia akan membuka proyek gallery dengan tema yang berbeda dari yang lain karna dia meminta kepada para arsitek untuk men-design gallery itu dengan tema tradisional korea.

Setelah persentasi selesai, Chang Ryul bertemu dengan In Hee dan bertanya dimana In Hee tidur semalam? In Hee tidak mempedulikan omongannya Chang Ryul. Tiba-tiba mereka bertemu dengan Jin Ho. In Hee sengaja mengatakan kepada Jin Ho kalau dia sangat berterimakasih tentang semalam. Chang Ryul kaget mendengar hal itu dan mulai berfikir yang tidak-tidak. Jin Ho mengerti maksud In Hee untuk memanasi Chang Ryul sehingga dia pun mengatakan hal yang membuat Chang Ryul semakin penasaran. Chang Ryul bertanya apa yang di maksud oleh Jin Ho? Jin Ho bilang kalau sepertinya In Hee mau hal itu hanya menjadi rahasia antara mereka. Chang Ryul kesal dan berniat menghajar Jin Ho tapi Jin Ho berhasil menangkap tangan Chang Ryul dan membuat Chang Ryul kesakitan.

Sekertaris Kim melerai mereka karna takut dilihat oleh ayah Chang Ryul dan benar saja ayah Chang Ryul melihat hal itu dan bilang kepada Chang Ryul agar tidak mencari masalah dengan orang yang tidak perah menang dari mereka. Jin Ho kesal dan mengatakan bahwa dia tidak akan kalah jika mereka semua bermain secara adil. Dan ternyata dari lantai atas, Mr. Dong melihat mereka semua.


Sang Joon amat sangat senang ketika mendengar Jin Hoo mengatakan agar bermain secara adil kepada ayahnya Chang Ryul. Tiba-tiba ada telfon masuk yang membuat Jin Ho kaget.

Ayah Chang Ryul dan Chang Ryul sedang ada di mobil. Chang Ryul bilang kalau dia sangat yakin akan memenangkan proyek karna dia memilki ayahnya. Namun ayahnay berkomentar bahwa Mr.Dong susah di ajak negosiasi. Lalu Ayahnya Chang Ryul bertanya tentang In Hee karna In Hee sepertinya sangat dipercayai oleh Mr.Dong. Chang Ryul bertaya jika In Hee berhasil membujuk Mr.Dong apakah itu artinya ayahnya menyetujui dia kembali dengan In Hee? Ayahnya bilang Iya! Chang Ryul pun kembali semangat dan meminta agar ayahnya memberikan dia kekuasaan penuh atas proyek gallery karna dia mau bertarung dengan adil melawan Jin Ho.

Jin Ho berlari masuk ke rumah sakit untuk menemui salah seorang pekerjanya yang terluka saat sedang bekerja. Mereka mengatakan bahwa hal itu bukanlah masalah dan itu bukan karena Jin Ho. Jin Ho di tarik keluar oleh Sang Joon yang mengatakan bahwa mereka sedang sial karna seorang klien mereka mengalami bangkut dan melarikan diri ke Filipina. Jin Ho pun mulai pusing karn aitu artinya mereka tidak punya biaya untuk membayar para pekerja dan mereka terancam bangkrut juga.


Jin Ho datang ke bank untuk meminjam uang namun Sang Joon langsung mengatakan bahwa Jin Hoo sudah gila karna mau meminjam uang unntuk membayar para pekerja. Sang Joon memberikan ide agar Jin Ho pergi ke Filipina saja dan menangkap klien-nya yang kabur itu. Jin Ho pasrah dan mengatakan bahwa dia akan kembali. Sang Joon kaget dan bilang jangan –jangan Jin Ho berfikir untuk mencuri? Sang Joon bilang kalau itu bukan ide baik karna Jin Ho bisa di penjara. Jin Ho pun mengatakan bahwa dia akan kembali ke Sang Go Jae dan Sang Joon pun langsung menyetujui hal itu.

Kae In menghampiri tukang jualan makanan di pinggir jalan yang merupakan langganan dia. Penjualnya kesulitan membenarkan sepatunya yang lepas sehingga Kae In membantunya membenari sepatu itu menggunakan lem.

Jin Ho datang ke Sang Go Jae dan mengambil beberapa surat yang ada. Jin Ho melihat keadaan rumah yang sangat berantakan dan menyebutnya kandang babi. Kae In kembali ke rumah dan kaget melihat Jin Ho dan dia pun langsung menghampiri Jin Ho dan bertanya apakah Jin Ho akan kembali? Jin Ho mengatakan kalau sebelum uangnya di kembalikan Kae In maka dia akan tinggal disitu. Kae In senang dan mengajak Jin Ho untuk makan ramen. Jin Ho tidak mau makan ramen sehingga dia mengajak Kae In pergi ke supermarket.


Jin Ho memilih-milih barang dan memasukannya ke trolly sementara Kae In hanya bermain-main saja. Sesampainya di kassir mereka berdua sama-sama tidak mau bayar. Kae In mengatakan bahwa barang-barang yang dibeli itu kebutuhannya Jin Ho dan dia tidak membutuhkan hal itu sama sekali. Jin Ho membalas dengan mengatakan kalau itu pekerjaan pemilik rumah untuk memenuhi keinginan penyewa rumah. Kae In bilang kalau dia ga bawa dompet dan Jin Ho juga ga bawa dompet. Akhirnya Jin Ho mengeluarkan HP-nya yang di scan dan uang di rekeningnya pun akan terpotong.

Jin Ho bertanya ke Kae In sudah berapa lama rumah tidak di bersihkan? Kae In bilang kalau Jin Ho awalnya tidak mau kembali ke rumah makanya buat apa rumah di bersihkan? Jin Ho bilang kalau dia mau tinggal di tempat manusia tinggal sehingga dia meminta Kae In untuk beres-beres. Kae In kembali bertanya apakah Jin Ho akan kembali ke rumah itu? Jin Ho bilang iya asalkan Kae In menjaga rahasianya. Kae In langsung berjanji kalau dia akan menjaga rahasia Jin Ho yang seleranya aneh dan tidak akan ngomong macem-macem.


Mereka berdua pun mulai membersihkan Sang Go Jae yang benar-benar kotor. Jin Ho meminta Kae In untuk mengepel lantai. Kae In pun mengepel lantai namun dia kesal melihat Jin Ho yang duduk sambil membaca buku. Makanya dia mulai mengeluh dan ketika Jin Ho melihat hasil pekerjaan Kae In yang tidak rapih dan Jin Ho pun ngomel dan mencotohkan cara mengepel yang baik. Akhirnya Jin Ho lah yang membersihkan rumah, ketika mencari Kae In ternyata Kae In sedang tiduran di kamarnya sambil melihat mainan mini yang dulu dibuatkan oleh ibunya yang seorang interior designer. Jin Hoo kembali mengingat kata-kata Sang Joon yang mengatakan bahwa istri dari tuan Park sudah meninggal. Jin Ho menanyakan tentang ibunya Kae In namun kae In mengalihakan pembicaraan dengan mengatakan bahwa mainan buatan ibunya sangat indah. Jin Hoo menyuruh Kae In untuk kembali bekerja.

Mereka mengumpulkan sampah-sampah untuk di buang dan Jin Ho menanyakan apakah foto Kae In dan Chang Ryul akan benar-benar dibuang? Kae In bilang iya. Jin Hoo mengambil frame dan membuang foto Kae In bersama Chang Ryul. Malam harinya Kae In datang ke tempat sampah dan melihat foto itu kembali. Dia juga mengingat kembali Chang Ryul dan In Hee yang akan menikah. Kae In berniat merobek foto itu namun ga jadi dan foto itu malah di bawa kembali ke kamarnya.


Chang Ryul memasukan pin untuk masuk ke apartemennya namun tidak bisa. In Hee yang sedang berendam di dalam menelfon ke HP Chang Ryul dan bilang ke Chang Ryul kalau dia yang membeli perabotan sehingga dia berhak tinggal di dalam. In Hee juga bilang kalau dulu Chang Ryul pernah mengatakan barang milik Chang Ryul maka barang milik IN Hee juga. Chang Ryul menjelaskan bahwa dia berbicara seperti itu karna awalnya mereka akan nikah. In Hee kesal dan mematikan telfon.


Young Sun datang dan kaget melihat Song Go Jae yang amat bersih. Kae In pun mengatakan bahwa seharian dia bersih bersih rumah karena Jin Ho bilang ingin tinggal di tempat yang layak.Young Sun senang mengetahui Jin Ho yang sudah kembali pulang dan meminta Kae In untuk baik kepada Jin Ho karna dia mau mengajak Jin Ho foto di majalah gay. Kae In lalu bertanya apa maksud awalnya Young Sun datang? Young Sun pun memberikan selembar kertas yang berisikan alamat Won Hoo. Kae In amat berterima kasih kepada Young Sun. Young Sun melihat Kae In kecapean sehingga dia pun membantu menggaruk punggung Kae In. Young Sun bertanya kapan terakhir kali Kae In mandi? Kae In menjawab 3 hari yang lalu maka Young Sun pun menyuruh Kae In untuk segera mandi.

Kae In pergi ke kamar mandi dan kaget melihat Jin Hoo yang ada di dalam kamar mandi baru mau memakai handuk. Kae In meminta maaf ke Jin Hoo dan bilang kalau dia tidak melihat hal yang bukan-bukan larena dia tidak memakai softlenst dan juga kacamata.


Jin Ho masuk ke kamarnya dan mematikan lampu. Tiba-tiba terdengar suara Young Sun dan juga Kae In yang sedang bercerita tentang Kae In yang melihat Jin Hoo di kamar mandi. Young Sun bertanya bagimana bentuknya? Kae In bilang ga begitu jelek. Jin Ho tersenyum. Tiba-tiba Young Sun bertanya kembali, maksud aku bukan itu tapi itunya, panjang tidak? Jin Ho pun jelas langsung kaget mendengar hal itu apalagi ketika Kae In menyebutkan yang macam-macam. Tiba-tiba ada telfon ke HP Jin Ho dari Hye Mi yang bilang kalau ibunya ga ada di rumah. Jin Ho pun langsung pergi keluar sementara Young Sun dan Kae In saling bertanya, apakah dia mendengar omongan kita dan pergi?

Jin Ho ternyata pergi ke sebuah restaurant tempat ibunya biasa diam dan ternyata benar saja dia melihat ibunya yang sedang duduk sendiri. Jin Ho datang dan ikut bergabung duduk bersama ibunya. Ibunya itu menceritakan tentng restaurant ini adalah restaurant favorite ibunya besama ayahnya dahulu. Lalu Ibunya bertanya ada dimana letak rumah mereka yang dahulu? Jin Ho tersenyum dan bilang kalau dia akan bekerja keras untuk mendapatkan rumah itu kembali untuk ibunya.

Kae In mencari-cari alamat yang diberikan oleh Young Sun. dan ketika membuka rumah itu ternyata yang tinggal di dalam adalah seorang nene-nene yang merupakan nenenya Won Hoo. Kae In melihat kalau neneknya itu sangat sayang kepada cucunya sehingga dia tidak tega mengatakan sesuatu tentang Won Ho apalagi nenenya meminta Kae In untuk membacakan surat yang di sangkanya dikirim oleh Won Hoo padahal itu surat penagihan hutang. Kang In semakin tidak tega membaca surat itu dan berbohong membacakan isi surat itu dengan bilang “nene apa kabar? Aku sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga tidak bisa pulang cepat.” Nenenya tersenyum dan bilang kalau dia mengerti sibuknya Won Hoo. Sepulang dari rmah nene Won Ho, Kae In menelfon Won Ho dan meninggalkan pesan yang mengatakan bahwa dia akan berusaha mencari uang untuk membayar hutang Won Ho.


Jin Ho dan beberapa karyawan kantornya mengadakan pesta barbeque. Sepulang dari pesta itu dia mendengar suara teriakan Kae In dan Jin Ho pun buru-buru masuk ke kamar mandi namun yang dia lihat adalah Kae In yang memakai handuk saja. Jin Ho keluar dari kamar mandi dan mengatakan bahwa dia tidak berniat sama sekali untuk melihat tubuhnya Kae In. Kae In sempat marah namun dia mengerti kalau Jin Ho kan gay jadi pasti tidak menyukainya. Kae In pun memanggil Jin Ho dan meminta Jin Ho untuk membantu mencarikan softlenstnya yang jatuh. Jin Ho masuk ke dalam dan mencoba membantu Kae In namun dia aga risau karna melihat Kae In yang hanya memakai handuk saja. Kae In sibuk mencari softlensnya dan tergelincir namun Jin Ho buru-buru manangkap badannya Kae In. Tiba-tiba Jin Ho mendekati Kae In, Kae In mulai panik namun ternyata Jin Ho mendekati Kae In krna mau mengambilkan softlenst Kae In yang ternyata ada di bahunya Kae In.

Kae In mengajak Jin Ho untuk makan daging di luar namun Jin Ho tidak mau. Kae In ga sengaja nabrak Jin Ho dan mencium aroma daging di bajunya Jin Ho. Jin Ho tidak peduli dan masuk ke dalam kamar. Kae In sengaja duduk di depan pintu kamar Jin Ho dan bilang kalau teman satu rumahnya sangat jahat tidak mau menemani dia pergi makan di luar padahal dia belum makan sama sekali. Jin Ho terganggu dan akhirnya setuju menemani Kae In untuk makan di luar.


Jin Ho menunggu di depan rumah dan kaget melihat gaya pakaian Kae In yang sangat aneh. Kae In bertanya apakah dia harus berganti baju? Jin Ho bilang ga usah dan mereka pun langsung pergi cari makan.

Mereka makan di sebuah kedai sambil minum-minum. Kae In terlihat sudah sangat mabuk dan mulai membicarakan Chang Ryul yang bilang kalau dirinya itu mirip anak anjing. Jin Ho mengajak Kae In untuk cepat pergi namun Kae In masih belum mau pergi juga. Mr Dong ternyata datang ke kedai itu juga bersama teman-temannya dan Jin Ho pun berdiri member hormat. Jin Ho takut Kae In akan membuat malu dia di depan Mr Dong makanya Jin Ho menyuapi Kae In makan yang justru membuat Kae In beilang kalau Jin Ho sangat baik. Tiba-tiba Kae In berdiri dan bilang mau pergi ke kamar mandi.


Bibi pelayan dateng ke Jin Ho dan memberikan Jin Ho segelas soju. Jin Ho bilang dia tidak memesan itu dan ternyata yang memesan itu adalah seorang wanita tua yang mengedipkan matanya ke Jin Ho. Suami si wanita itu melihat hal itu dan marah ke Jin Ho. Kae In datang dan membela Jin Ho dengan bilang kalau Jin Ho ga mungkin menggoda wanita karna Jin Ho Gay! Jin Ho langsung di liatin sama semua orang yang ada di kedai dan Jin Ho pun langsung menutup mulutnya Kae In.

Kae In mau bayar tetapi dia baru inget dompetnya kosong makanya dia memanggil Jin Ho yang sudah kesal abis untuk membayar. Ketika mereka mau pergi keluar, Jin Ho dan Kae In memberikan salam pamit kepada Mr Dong yang tersenyum(Oh God please jangan bilang kalau ini orang gay juga!)


Jin Ho jalan duluan tanpa mempedulikan Kae In yang mengejarnya. Jin Ho marah ke Kae In dan mengingatkan Kae In untuk tidak mengatakan gay. Kae In meminta maaf dan menangis dan mengatakan bahwa dia amat sangat idiot. Jin Ho mengatakan tidak apa-apa dan memaafkan Kae In dan mengajak Kae In untuk pulang tapi ternyata Kae In justru tertidur di kursi pinggir jalan. Jin Hoo jelas kesal dan pergi meninggalkan Kae In yang tertidur begitu saja.

Ketika sudah mau sampai di rumah, Jin Ho tidak tega dengan Kae In dan dia pun kembali menghampiri Kae In dan membangunkannya degan paksa yang akhirnya membuat kaki Kae In terkilir kembali dan mau ga mau Jin Hoo harus menggendong kae In untuk sampai ke rumah. Kae In mengalungkan scarf yang dia pakai ke lehernya Jin Hoo dan terus bernyanyi-nyanyi. Ketika sudah muali dekat rumah, Kae In berkomentar bahwa punggungnya Ji Ho sangat hangat dan bertaya apakah punggung ayahnya juga hangat? Jin Ho bertanya apakah Kae In tidak pernah digendong? Kae In bilang kalau dia tidak pernah digendong sama sekali dan ini pertama kalinya dia di gendong oleh seseorang. Kae In lalu mengingat masa kecilnya ketika dia bermain, dia hanya bisa melihat punggung ayahnya saja. Dan Kae In bilang kalau dia beruntung mendapatkan teman serumah seperti Jin Hoo.


Sesampainya di rumah Jin Ho langsung menurunkan Kae In di sofa. Jin Ho berniat masuk ke kamar namun dia tidak tega melihat Kae In yang hampir jatuh sehingga dia membenarkan posisi kakinya Kae In. ketika Jin Ho membenarkan posisi kaki Kae In, Kae In bangun dan bertanya apa yang di lakukan oleh Jin Hoo? Jin Ho bilang kalau dia mau membenarkan posisi kaki Kae In. Lalu Jin Ho menyuruh Kae In pindah ke kamar. Kae In berkomentar kepada Jin Ho dan membuat Jin Ho kesal dan menyuruh Kae In untuk pindah ke kamarnya. Ketika Kae In mau berdiri, kakinya terasa sakit dan dia baru ingat kalau kakinya terkilir.

Akhirnya Jin Ho pun memijat kakinya Kae In. Kae In mengeluarkan suara aneh-aneh kaya di adegan porno dan itu bikin Jin Ho kesal dan menyuruh Kae In untuk tutup mulut. Jin Ho semakin kesal dan berbiat mau pergi ke kamarnya namun Kae In mencegah dan bilang kalau kakinya udah meningan berkat Jin Ho. Jin Ho pun pergi ke kamarnya dan Kae In bilang kalau mempunyai tempat satu rumah yang homo itu sangat hebat sambil memberikan jempolnya.

Read More...