Selasa, 13 April 2010

Sinopsis Personal Taste Episode 3

Kae In mengatakan kalau Jin Ho itu homo, lalu Kae In menantang In Hee untuk mencoba merayu Jin Ho dan bilang siapa tahu In Hee dapat merubah seleranya Jin Ho yanga walnya suka laki-laki kembali menjadi suka perempuan. In Hee bilang pasti Kae In bohong, Kae In membela diri dengan mengatakan bahwa dirinay tidak pernah berbohong seperti yang di lakukan oleh In Hee. Lalu Kae In juga bilang kalau dia lebih baik menyewakan kamarnay kepada Jin Ho dari pada ke In Hee yang telah merebut pacarnya. Kae In juga bilang kalau dia merasa jauh lebih nyaman bersama Jin Ho dengan mengetahui bahwa Jin Ho tidak akan mungkin menyakitinya. In Hee ga mau kalah dan bilang kalau Kae In itu ga mungkin di taksir sama laki-laki karna gaya Kae In yang payah dan In Hee juga bilang kalau dia tidak merebut Chang Ryul justru Chang Ryul yang suka sama dia.


Kae In semakin kesal dan menyuruh In Hee segera keluar dari rumahnya. In Hee bilang kalau dia pergi ke rumahnya Kae In itu karna dia tidak tahu mau tinggal dimana. Kae In bilang ke In Hee kalau In Hee adalah orang yang paling ga tahu sopan santun dan juga ga tau malu. In Hee marah dan bilang kalau dia ga tau mau pergi ke mana. Kae In menarin In Hee dan bilang ke In Hee kalau In Hee ga mau di pukul oleh dia maka segera pergi dari tempat ini sekarang. In Hee pun memilih untuk pergi dan bilang kalau lebih baik mereka mendinginkan pikiran dulu untuk memikirkan satu sama lain. Kae In langsung bilang kalau dia tidak mau meluangkan waktu untuk memikirkan orang kaya In Hee. In Hee kesal dan melihat ke arah Jin Hoo yang ada di depan kamarnya lalu In Hee membawa kopernya dan pergi.

Kae In masih terus mengomel dan bilang kalau In Hee benar-benar telah membuat dia kecewa sekali. Ketika Kae In membalikan badannya, dia kaget melihat Jin Hoo yang sudah berdiri di dekatnya. Kae In mengambil bor yang tadi dia bawa dan berniat pergi, namun Jin Hoo mencegah dan bertanya ke Kae In apa yang tadi Kae In kata kan kepada In Hee? Kae In ga ngerti dan Jin Hoo pun kembali bertanya apa maksud Kae In mengatakan kalau dia homo? Kae In bilang dia mengerti kalau Jin Ho ingin hal itu di rahasiakan dan dia bilang kalau dia tadi lagi emosi jadi ga sengaja mengatakan hal itu. Kae In juga menegur Jin Ho karna dia menganggap Jin Ho tidak menyembunyikan ke-homo-annya dengan baik dan sikapnya Jin Ho itu menunjukannya secara mencolok. Lalu Kae In bilang ke Jin Hoo agar tidak perlu khawatir karena dia akan menyimpan rahasia. Kae In komentar ke Jin Hoo kalau selera Jin Hoo itu campur aduk dan juga menyuruh Jin Hoo agar memilih salah satu dari 2 pacar Jin Hoo. Setelah ngomong demikian Kae In pun pergi ke dalam.


Jin Hoo yang masih diam di luar pun mulai mengingat ketika dia bertemu dengan Kae In di hotel dan kebetulan pada saat itu Tae Hoon datang dan berlutut ke Jin Hoo dan meminta agar Jin Hoo tidak pergi. Lalu dia kembali mengingat pertanyaan Young Sun yang bertanya apakah Jin Hoo dan juga Sang Joon sudah saling kenal sejak lama? Dari situ Jin Hoo berfikir jangan-jangan Kae In menyangkanya homo. Jin Hoo pun pergi ke kamarnya dan segera mengemasi barang-barangnya.

Kae In yang sedang di gudang tiba-tiba di hampiri oleh Jin Hoo yang meminta nomor HP-nya Kae In. Kae In pun memberikan nomor HP-nya tanpa mengerti maksud Jin Hoo. Jin Hoo lalu bilang kalau dia akan menghubung Kae In dan meminta Kae In mengembalikan uangnya dan barang-barangnya dia yang ada di rumah ini akan diambil nanti. Kae In kaget karna ternyata Jin Hoo berniat pergi dari rumah itu. Jin Hoo buru-buru masuk ke mobil dan Kae In juga mengejarnya dan meminta Jin Hoo janagn pergi namun Jin Hoo tetap pergi.

Ketika di jalan Jin Hoo memikirkan kata-kata Kae In yang bialng kalau dia itu homo dan dia pun langsung berteriak frustasi. Paginya Sang Joon masuk ke dalam ruangannya Jin Hoo untuk mengucapkan selamat pagi lalu kembalI keluar namun dia kembali masuk dan duduk di kursi. Sang Joon bertanya apakah ada masalah? Jin Hoo menjawab iya. Sang Joon kembali bertanya apakah masalah itu karena perempuan di rumah Sang Go Jae itu? Sang Joon kemudian berkomentar kalau sejak pertama bertemu dengan Kae In dia sudah yakin kalau perempuan itu tidak normal. Sang Joon juga bilang dia mengerti kalau perempuan itu menyukai Jin Hoo dan bertanya apa yang sekarang mereka harus lakukan? Jin Hoo dengan lemas mengatakan bahwa perempuan itu mengatakan sesuatu kepadanya. Sang Joon mencoba menebak dan bilang apakah perempuan itu mengajakmu kencan? Atau perempuan itu mengajakmu menikah? Jin Hoo mencoba mengatakan kalau dia disangka gay namun dia tidak kuat mengatakan itu dan bilang ke Sang Joon agar melupakan hal itu saja.


Lalu Jin Hoo bilang kalau dia sudah keluar dari rumah Sang Go Jae itu karna dari awal dia tidak merasa nyaman tinggal di rumah itu. Jin Hoo kemudian bilang agar mereka mulai membahas tentang proposal proyek gallery itu tanpa mengikuti konsep yang seperti rumah Sang Go Jae. Jin Hoo kemudian bilang kalau dia sudah membuat konsep rumah tradisional Korea untuk proyek gallery tersebut. Sang Joon terlihat tidak bersemangat dan bilang kalau mereka akan kalah kalau tidak menggunakan konsep rumah Sang Go Jae itu. Jin Hoo mencoba kembali menjelaskan konsep yang dia punya namun Sang Joon memotong omongan Jin Hoo Dan bilang kalau misalnya mereka kalah maka Jin Hoo bisa pergi kemana saja sementara dirinya akan memulai bisnis keluarga dengan membuka supermarket yang menjual lobak dan kubis. Sang Joon juga bilang kalau dia tidak mau tangannya sampe kotor ketika berjualan. Dan itu membuat Jin Ho cukup kesal.


Young Sun datang ke rumahnya Kae In dan mereka membahas tentang In Hee yang datang ke rumahnya Kae In. Kae In bilang ketika In Hee datang dia menarik rambut In Hee dan menyuruh In Hee untuk merayu Jin Ho yang gay. Young Sun bertanya apakah Jin Ho mendengar perkataan Kae In yang mengatakan kalau Jin Ho itu gay? Kae In mengangguk dan bilang karna hal itu lah maka Jin Ho meninggalkan rumah dan membawa barang-barang.


Kae In mencoba menelfon Jin Ho untuk mengajak kembali ke rumah namun Jin Hoo tidak mengangkat telfon Kae In dan mengirim SMS ke Kae In yang menyuruh Kae In agar cepat mengembalikan uangnya Jin Hoo terakhir hari ini. Young Sun pun mulai memarahi Kae In karna dia sudah susah payah membawa Jin Hoo untuk nge-kost namun Kae In malah membuat Jin Hoo keluar. Kae In bilang kalau dia tidak peduli dengan Jin Hoo dan akan berusaha untuk mencari Won Hoo dan mengembalikan uang kepada Jin Hoo.

Kae In pun mulai mencari Won Hoo ke tempat-tempat biasa Won Ho nongkrong. Mulai dari tempat game online, dan juag ke tempat sewa komik. Kae In melihat ada seseorang yang memakai kupluk warna kuning seperti yang di pakai Woon Hoo maka dia pun menghampiri orang itu dan memukulnya. Namun ternyata itu bukan Won Hoo dan Kae In pun langsung meminta maaf. Kae In kemudian mencari ke stasiun dan menanyakan Won Hoo ke orang-orang yang duduk di pinggir stasiun namun mereka tidak mengenak Won Ho. Kae In pun menelfon Won Ho dan meninggalkan pesan dengan mengatakan bahwa mereka akan membicarakan masalah ini baikbaik dan menemukan pemecah masalahnya.

In Hee sedang di tempat sauna sambil membersihkan make up-nya. Seorang ibu-ibu bilang ke temannya kalau mukanya In Hee itu sangat berbeda ketika tidak memakai make up. In Hee kesal dan bilang ke ibu-ibu itu agar membicarakan hal yang lebih penting. Si ibu-ibu tersinggung dan bilang akan melaporkan In Hee ke suaminya. (Who cares?)


Kae In pergi ke dokter untuk melepas perban di kakinya. Ketika mau keluar dari rumah sakit, Kae In melihat seorang wanita yang kakinya di perban dan di bantu berjalan oleh seorang laki-laki. Dia pun langsung ingat Jin Hoo yang mengantarkan Kae In ke rumah sakit ketika kakinya terkilir.

Jin Ho dan Sang Joon sedang memikirkan design rumah Sang Go Jae dan mereka bertanya kenapa tuan Park bisa membuat rumah seperti Sang Go Jae? Jin Ho berkomentar kalau menurut interview, Tuan Park membangun Sang Go Jae untuk istri dan anaknya. Lalu Sang Joon bilang ke Jin Ho kalau misalnya Jin Ho kembali ke Sang Go Jae maka Jin Ho harus mengingat detail rumah itu kembali. Jin Ho menolak dan bilang kalau dia tidak akan kembali ke rumah Sang Go Jae kalau uangnya belum di kembalikan.

Sang Joon membujuk Jin Hoo untuk berbaikan dengan Kae In dan membangun hubungan baik demi proyek gallery. Lalu Sang Joon juga bilang siapa tahu saja Jin Hoo beruntung dan bisa menjadi menantu tuan Park(ayanya Kae In hmm berarti jadi suami Kae In dong? Ah ga rido gw haha) Dan Jin Ho pun akan menjadi orang terkenal karna menjadi menantu tuan Park. Jin Ho kesal dan menyuruh Sang Joon diam saja.


Pintu terbuka dan Tae Hoon datang. Sang Joon kaget dan langsung menutupi design design rumah seperti Sang Go Jae. Sang Joon marah ke Tae Hoon dan meminta Tae Hoon mengetuk pintu dahulu sebelum masuk. Tae Hoon bilang kalau dia ke situ membawa tamu yang ingin bertemu dengan Jin Ho dan tamu itu adalah Kae In. Jin Hoo takut Kae In melihat design rumah Sang Go Jae sehingga dia pun buru-buru menarik Kae In untuk berbicara di luar. Tae Hoon nanya ke Sang Joon siapa perempuan itu? Dan Sang Joon menjawab kalau perempuan itu orang penting.


Kae In ternyata datang untuk meminta maaf atas perkataan dia semalam yang membeberkan rahasia Jin Ho yang sebenarnya gay. Kae In benar-benar minta maaf dan membujuk Jin Ho untuk kembali ke rumah. Jin Ho menolak dan meminta Kae In segera mengembalikan uangnya. Ketika Jin Ho akan kembali masuk ke kantornya, Kae In memanggin Jin Ho dan memberikan Jin Ho kotak yang isinya sebuah kursi dan meja dalam bentuk mini. Jin Ho bertanya apakah itu sebagai sogokan? Kae In bilang bukan, hadian itu sebagai rasa terima kasih dia karna dulu Jin Ho sudah mengantar dia ke rumah sakit. Jin Ho mengatakan makasih dan terlihat berfikir sejenak. Kae In menanyakan apakah Jin Ho akan kembali ke rumah? Jin Ho bilang makasih atas hadiah perpisahannya dan dia langsung masuk ke dalam kantor.


Sang Joon masuk ke ruangan Jin Ho dan melihat ada mainan kursi dan meja ukuran mini di meja kerjanya Jin Ho. Sang Joon bertanya apakah Jin Ho membelinya? Jin Ho bilang kalau itu hadiah dari seseorang. Ketika Jin Ho dan Sang Joon mau pergi ke gallery, Hye Mi datang dan marah-marah ke Jin Ho yang sudah meninggalkan rumah beberapa hari ini. Jin Ho bilang dia sibuk dan langsung pergi keluar. Hye Mi menyusul dan masih terus ngomel. Akhirnya Jin Ho bilang ke Hye Mi kalau dia merasa ga nyaman tinggal serumah dengan Hye Mi karna itu tidak baik di mata orang lain. Jin Ho pun langsung meninggalkan Hye Mi yang cembrut. Hye Mi melihat Tae Hoon dan mengajaknya berkencan asal Tae Hoon mau mencari alamat barunya Jin Ho.

Ayahnya Chang Ryul menghampiri mr.Dong(yang jadi juri dulu loh) yang kebetulan sedang bersama dengan sekertarisnya, In Hee. In Hee segera keluar karna Ayah Chang Ryul mengatakan ada hal penting yang mau dibicarakan dengan Mr.Dan. Ayang Chang Ryul memuji gallery yang akan dibuka oleh ayah Mr Dong dan dia pun mau memberikan lukisan yang merupakan lukisan kesukaannya itu kepada Mr.Dong. Mr Dong menolak dan bilang dia akan pergi menemui seseorang dan meninggalkan Ayah Chang Ryul yang kesal setengah mati.

Chang Ryul diam-diam mengintip mencari In Hee. Sekertaris Kim menyuruh Chang Ryul agar bangun dari mimpinya dan bialng kalau In Hee sudah bukan calon istrinya lagi. Jin Ho dan juga Sang Joon lewat dan Chang Ryul pun mengejek Jin Ho dengan mengatakan “Kirain perusahaan kecilmu itu sudah bangkut” Jin Ho tidak menanggapi hal itu sedangkan Sang Joon kesal dan berniat memukul Chang Ryul namun sekertaris Kim buru buru melindungi Chang Ryul dan Jin Ho pun buru-buru menarik Sang Joon.


Persentasi di mulai di gallery itu dengan dibuka oleh Mr.Dong yang mengatakan bahwa dia akan membuka proyek gallery dengan tema yang berbeda dari yang lain karna dia meminta kepada para arsitek untuk men-design gallery itu dengan tema tradisional korea.

Setelah persentasi selesai, Chang Ryul bertemu dengan In Hee dan bertanya dimana In Hee tidur semalam? In Hee tidak mempedulikan omongannya Chang Ryul. Tiba-tiba mereka bertemu dengan Jin Ho. In Hee sengaja mengatakan kepada Jin Ho kalau dia sangat berterimakasih tentang semalam. Chang Ryul kaget mendengar hal itu dan mulai berfikir yang tidak-tidak. Jin Ho mengerti maksud In Hee untuk memanasi Chang Ryul sehingga dia pun mengatakan hal yang membuat Chang Ryul semakin penasaran. Chang Ryul bertanya apa yang di maksud oleh Jin Ho? Jin Ho bilang kalau sepertinya In Hee mau hal itu hanya menjadi rahasia antara mereka. Chang Ryul kesal dan berniat menghajar Jin Ho tapi Jin Ho berhasil menangkap tangan Chang Ryul dan membuat Chang Ryul kesakitan.

Sekertaris Kim melerai mereka karna takut dilihat oleh ayah Chang Ryul dan benar saja ayah Chang Ryul melihat hal itu dan bilang kepada Chang Ryul agar tidak mencari masalah dengan orang yang tidak perah menang dari mereka. Jin Ho kesal dan mengatakan bahwa dia tidak akan kalah jika mereka semua bermain secara adil. Dan ternyata dari lantai atas, Mr. Dong melihat mereka semua.


Sang Joon amat sangat senang ketika mendengar Jin Hoo mengatakan agar bermain secara adil kepada ayahnya Chang Ryul. Tiba-tiba ada telfon masuk yang membuat Jin Ho kaget.

Ayah Chang Ryul dan Chang Ryul sedang ada di mobil. Chang Ryul bilang kalau dia sangat yakin akan memenangkan proyek karna dia memilki ayahnya. Namun ayahnay berkomentar bahwa Mr.Dong susah di ajak negosiasi. Lalu Ayahnya Chang Ryul bertanya tentang In Hee karna In Hee sepertinya sangat dipercayai oleh Mr.Dong. Chang Ryul bertaya jika In Hee berhasil membujuk Mr.Dong apakah itu artinya ayahnya menyetujui dia kembali dengan In Hee? Ayahnya bilang Iya! Chang Ryul pun kembali semangat dan meminta agar ayahnya memberikan dia kekuasaan penuh atas proyek gallery karna dia mau bertarung dengan adil melawan Jin Ho.

Jin Ho berlari masuk ke rumah sakit untuk menemui salah seorang pekerjanya yang terluka saat sedang bekerja. Mereka mengatakan bahwa hal itu bukanlah masalah dan itu bukan karena Jin Ho. Jin Ho di tarik keluar oleh Sang Joon yang mengatakan bahwa mereka sedang sial karna seorang klien mereka mengalami bangkut dan melarikan diri ke Filipina. Jin Ho pun mulai pusing karn aitu artinya mereka tidak punya biaya untuk membayar para pekerja dan mereka terancam bangkrut juga.


Jin Ho datang ke bank untuk meminjam uang namun Sang Joon langsung mengatakan bahwa Jin Hoo sudah gila karna mau meminjam uang unntuk membayar para pekerja. Sang Joon memberikan ide agar Jin Ho pergi ke Filipina saja dan menangkap klien-nya yang kabur itu. Jin Ho pasrah dan mengatakan bahwa dia akan kembali. Sang Joon kaget dan bilang jangan –jangan Jin Ho berfikir untuk mencuri? Sang Joon bilang kalau itu bukan ide baik karna Jin Ho bisa di penjara. Jin Ho pun mengatakan bahwa dia akan kembali ke Sang Go Jae dan Sang Joon pun langsung menyetujui hal itu.

Kae In menghampiri tukang jualan makanan di pinggir jalan yang merupakan langganan dia. Penjualnya kesulitan membenarkan sepatunya yang lepas sehingga Kae In membantunya membenari sepatu itu menggunakan lem.

Jin Ho datang ke Sang Go Jae dan mengambil beberapa surat yang ada. Jin Ho melihat keadaan rumah yang sangat berantakan dan menyebutnya kandang babi. Kae In kembali ke rumah dan kaget melihat Jin Ho dan dia pun langsung menghampiri Jin Ho dan bertanya apakah Jin Ho akan kembali? Jin Ho mengatakan kalau sebelum uangnya di kembalikan Kae In maka dia akan tinggal disitu. Kae In senang dan mengajak Jin Ho untuk makan ramen. Jin Ho tidak mau makan ramen sehingga dia mengajak Kae In pergi ke supermarket.


Jin Ho memilih-milih barang dan memasukannya ke trolly sementara Kae In hanya bermain-main saja. Sesampainya di kassir mereka berdua sama-sama tidak mau bayar. Kae In mengatakan bahwa barang-barang yang dibeli itu kebutuhannya Jin Ho dan dia tidak membutuhkan hal itu sama sekali. Jin Ho membalas dengan mengatakan kalau itu pekerjaan pemilik rumah untuk memenuhi keinginan penyewa rumah. Kae In bilang kalau dia ga bawa dompet dan Jin Ho juga ga bawa dompet. Akhirnya Jin Ho mengeluarkan HP-nya yang di scan dan uang di rekeningnya pun akan terpotong.

Jin Ho bertanya ke Kae In sudah berapa lama rumah tidak di bersihkan? Kae In bilang kalau Jin Ho awalnya tidak mau kembali ke rumah makanya buat apa rumah di bersihkan? Jin Ho bilang kalau dia mau tinggal di tempat manusia tinggal sehingga dia meminta Kae In untuk beres-beres. Kae In kembali bertanya apakah Jin Ho akan kembali ke rumah itu? Jin Ho bilang iya asalkan Kae In menjaga rahasianya. Kae In langsung berjanji kalau dia akan menjaga rahasia Jin Ho yang seleranya aneh dan tidak akan ngomong macem-macem.


Mereka berdua pun mulai membersihkan Sang Go Jae yang benar-benar kotor. Jin Ho meminta Kae In untuk mengepel lantai. Kae In pun mengepel lantai namun dia kesal melihat Jin Ho yang duduk sambil membaca buku. Makanya dia mulai mengeluh dan ketika Jin Ho melihat hasil pekerjaan Kae In yang tidak rapih dan Jin Ho pun ngomel dan mencotohkan cara mengepel yang baik. Akhirnya Jin Ho lah yang membersihkan rumah, ketika mencari Kae In ternyata Kae In sedang tiduran di kamarnya sambil melihat mainan mini yang dulu dibuatkan oleh ibunya yang seorang interior designer. Jin Hoo kembali mengingat kata-kata Sang Joon yang mengatakan bahwa istri dari tuan Park sudah meninggal. Jin Ho menanyakan tentang ibunya Kae In namun kae In mengalihakan pembicaraan dengan mengatakan bahwa mainan buatan ibunya sangat indah. Jin Hoo menyuruh Kae In untuk kembali bekerja.

Mereka mengumpulkan sampah-sampah untuk di buang dan Jin Ho menanyakan apakah foto Kae In dan Chang Ryul akan benar-benar dibuang? Kae In bilang iya. Jin Hoo mengambil frame dan membuang foto Kae In bersama Chang Ryul. Malam harinya Kae In datang ke tempat sampah dan melihat foto itu kembali. Dia juga mengingat kembali Chang Ryul dan In Hee yang akan menikah. Kae In berniat merobek foto itu namun ga jadi dan foto itu malah di bawa kembali ke kamarnya.


Chang Ryul memasukan pin untuk masuk ke apartemennya namun tidak bisa. In Hee yang sedang berendam di dalam menelfon ke HP Chang Ryul dan bilang ke Chang Ryul kalau dia yang membeli perabotan sehingga dia berhak tinggal di dalam. In Hee juga bilang kalau dulu Chang Ryul pernah mengatakan barang milik Chang Ryul maka barang milik IN Hee juga. Chang Ryul menjelaskan bahwa dia berbicara seperti itu karna awalnya mereka akan nikah. In Hee kesal dan mematikan telfon.


Young Sun datang dan kaget melihat Song Go Jae yang amat bersih. Kae In pun mengatakan bahwa seharian dia bersih bersih rumah karena Jin Ho bilang ingin tinggal di tempat yang layak.Young Sun senang mengetahui Jin Ho yang sudah kembali pulang dan meminta Kae In untuk baik kepada Jin Ho karna dia mau mengajak Jin Ho foto di majalah gay. Kae In lalu bertanya apa maksud awalnya Young Sun datang? Young Sun pun memberikan selembar kertas yang berisikan alamat Won Hoo. Kae In amat berterima kasih kepada Young Sun. Young Sun melihat Kae In kecapean sehingga dia pun membantu menggaruk punggung Kae In. Young Sun bertanya kapan terakhir kali Kae In mandi? Kae In menjawab 3 hari yang lalu maka Young Sun pun menyuruh Kae In untuk segera mandi.

Kae In pergi ke kamar mandi dan kaget melihat Jin Hoo yang ada di dalam kamar mandi baru mau memakai handuk. Kae In meminta maaf ke Jin Hoo dan bilang kalau dia tidak melihat hal yang bukan-bukan larena dia tidak memakai softlenst dan juga kacamata.


Jin Ho masuk ke kamarnya dan mematikan lampu. Tiba-tiba terdengar suara Young Sun dan juga Kae In yang sedang bercerita tentang Kae In yang melihat Jin Hoo di kamar mandi. Young Sun bertanya bagimana bentuknya? Kae In bilang ga begitu jelek. Jin Ho tersenyum. Tiba-tiba Young Sun bertanya kembali, maksud aku bukan itu tapi itunya, panjang tidak? Jin Ho pun jelas langsung kaget mendengar hal itu apalagi ketika Kae In menyebutkan yang macam-macam. Tiba-tiba ada telfon ke HP Jin Ho dari Hye Mi yang bilang kalau ibunya ga ada di rumah. Jin Ho pun langsung pergi keluar sementara Young Sun dan Kae In saling bertanya, apakah dia mendengar omongan kita dan pergi?

Jin Ho ternyata pergi ke sebuah restaurant tempat ibunya biasa diam dan ternyata benar saja dia melihat ibunya yang sedang duduk sendiri. Jin Ho datang dan ikut bergabung duduk bersama ibunya. Ibunya itu menceritakan tentng restaurant ini adalah restaurant favorite ibunya besama ayahnya dahulu. Lalu Ibunya bertanya ada dimana letak rumah mereka yang dahulu? Jin Ho tersenyum dan bilang kalau dia akan bekerja keras untuk mendapatkan rumah itu kembali untuk ibunya.

Kae In mencari-cari alamat yang diberikan oleh Young Sun. dan ketika membuka rumah itu ternyata yang tinggal di dalam adalah seorang nene-nene yang merupakan nenenya Won Hoo. Kae In melihat kalau neneknya itu sangat sayang kepada cucunya sehingga dia tidak tega mengatakan sesuatu tentang Won Ho apalagi nenenya meminta Kae In untuk membacakan surat yang di sangkanya dikirim oleh Won Hoo padahal itu surat penagihan hutang. Kang In semakin tidak tega membaca surat itu dan berbohong membacakan isi surat itu dengan bilang “nene apa kabar? Aku sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga tidak bisa pulang cepat.” Nenenya tersenyum dan bilang kalau dia mengerti sibuknya Won Hoo. Sepulang dari rmah nene Won Ho, Kae In menelfon Won Ho dan meninggalkan pesan yang mengatakan bahwa dia akan berusaha mencari uang untuk membayar hutang Won Ho.


Jin Ho dan beberapa karyawan kantornya mengadakan pesta barbeque. Sepulang dari pesta itu dia mendengar suara teriakan Kae In dan Jin Ho pun buru-buru masuk ke kamar mandi namun yang dia lihat adalah Kae In yang memakai handuk saja. Jin Ho keluar dari kamar mandi dan mengatakan bahwa dia tidak berniat sama sekali untuk melihat tubuhnya Kae In. Kae In sempat marah namun dia mengerti kalau Jin Ho kan gay jadi pasti tidak menyukainya. Kae In pun memanggil Jin Ho dan meminta Jin Ho untuk membantu mencarikan softlenstnya yang jatuh. Jin Ho masuk ke dalam dan mencoba membantu Kae In namun dia aga risau karna melihat Kae In yang hanya memakai handuk saja. Kae In sibuk mencari softlensnya dan tergelincir namun Jin Ho buru-buru manangkap badannya Kae In. Tiba-tiba Jin Ho mendekati Kae In, Kae In mulai panik namun ternyata Jin Ho mendekati Kae In krna mau mengambilkan softlenst Kae In yang ternyata ada di bahunya Kae In.

Kae In mengajak Jin Ho untuk makan daging di luar namun Jin Ho tidak mau. Kae In ga sengaja nabrak Jin Ho dan mencium aroma daging di bajunya Jin Ho. Jin Ho tidak peduli dan masuk ke dalam kamar. Kae In sengaja duduk di depan pintu kamar Jin Ho dan bilang kalau teman satu rumahnya sangat jahat tidak mau menemani dia pergi makan di luar padahal dia belum makan sama sekali. Jin Ho terganggu dan akhirnya setuju menemani Kae In untuk makan di luar.


Jin Ho menunggu di depan rumah dan kaget melihat gaya pakaian Kae In yang sangat aneh. Kae In bertanya apakah dia harus berganti baju? Jin Ho bilang ga usah dan mereka pun langsung pergi cari makan.

Mereka makan di sebuah kedai sambil minum-minum. Kae In terlihat sudah sangat mabuk dan mulai membicarakan Chang Ryul yang bilang kalau dirinya itu mirip anak anjing. Jin Ho mengajak Kae In untuk cepat pergi namun Kae In masih belum mau pergi juga. Mr Dong ternyata datang ke kedai itu juga bersama teman-temannya dan Jin Ho pun berdiri member hormat. Jin Ho takut Kae In akan membuat malu dia di depan Mr Dong makanya Jin Ho menyuapi Kae In makan yang justru membuat Kae In beilang kalau Jin Ho sangat baik. Tiba-tiba Kae In berdiri dan bilang mau pergi ke kamar mandi.


Bibi pelayan dateng ke Jin Ho dan memberikan Jin Ho segelas soju. Jin Ho bilang dia tidak memesan itu dan ternyata yang memesan itu adalah seorang wanita tua yang mengedipkan matanya ke Jin Ho. Suami si wanita itu melihat hal itu dan marah ke Jin Ho. Kae In datang dan membela Jin Ho dengan bilang kalau Jin Ho ga mungkin menggoda wanita karna Jin Ho Gay! Jin Ho langsung di liatin sama semua orang yang ada di kedai dan Jin Ho pun langsung menutup mulutnya Kae In.

Kae In mau bayar tetapi dia baru inget dompetnya kosong makanya dia memanggil Jin Ho yang sudah kesal abis untuk membayar. Ketika mereka mau pergi keluar, Jin Ho dan Kae In memberikan salam pamit kepada Mr Dong yang tersenyum(Oh God please jangan bilang kalau ini orang gay juga!)


Jin Ho jalan duluan tanpa mempedulikan Kae In yang mengejarnya. Jin Ho marah ke Kae In dan mengingatkan Kae In untuk tidak mengatakan gay. Kae In meminta maaf dan menangis dan mengatakan bahwa dia amat sangat idiot. Jin Ho mengatakan tidak apa-apa dan memaafkan Kae In dan mengajak Kae In untuk pulang tapi ternyata Kae In justru tertidur di kursi pinggir jalan. Jin Hoo jelas kesal dan pergi meninggalkan Kae In yang tertidur begitu saja.

Ketika sudah mau sampai di rumah, Jin Ho tidak tega dengan Kae In dan dia pun kembali menghampiri Kae In dan membangunkannya degan paksa yang akhirnya membuat kaki Kae In terkilir kembali dan mau ga mau Jin Hoo harus menggendong kae In untuk sampai ke rumah. Kae In mengalungkan scarf yang dia pakai ke lehernya Jin Hoo dan terus bernyanyi-nyanyi. Ketika sudah muali dekat rumah, Kae In berkomentar bahwa punggungnya Ji Ho sangat hangat dan bertaya apakah punggung ayahnya juga hangat? Jin Ho bertanya apakah Kae In tidak pernah digendong? Kae In bilang kalau dia tidak pernah digendong sama sekali dan ini pertama kalinya dia di gendong oleh seseorang. Kae In lalu mengingat masa kecilnya ketika dia bermain, dia hanya bisa melihat punggung ayahnya saja. Dan Kae In bilang kalau dia beruntung mendapatkan teman serumah seperti Jin Hoo.


Sesampainya di rumah Jin Ho langsung menurunkan Kae In di sofa. Jin Ho berniat masuk ke kamar namun dia tidak tega melihat Kae In yang hampir jatuh sehingga dia membenarkan posisi kakinya Kae In. ketika Jin Ho membenarkan posisi kaki Kae In, Kae In bangun dan bertanya apa yang di lakukan oleh Jin Hoo? Jin Ho bilang kalau dia mau membenarkan posisi kaki Kae In. Lalu Jin Ho menyuruh Kae In pindah ke kamar. Kae In berkomentar kepada Jin Ho dan membuat Jin Ho kesal dan menyuruh Kae In untuk pindah ke kamarnya. Ketika Kae In mau berdiri, kakinya terasa sakit dan dia baru ingat kalau kakinya terkilir.

Akhirnya Jin Ho pun memijat kakinya Kae In. Kae In mengeluarkan suara aneh-aneh kaya di adegan porno dan itu bikin Jin Ho kesal dan menyuruh Kae In untuk tutup mulut. Jin Ho semakin kesal dan berbiat mau pergi ke kamarnya namun Kae In mencegah dan bilang kalau kakinya udah meningan berkat Jin Ho. Jin Ho pun pergi ke kamarnya dan Kae In bilang kalau mempunyai tempat satu rumah yang homo itu sangat hebat sambil memberikan jempolnya.

Read More...

Sinopsis Personal Taste Episode 2


Kae In masuk ke dalam gedung resepsi perkawinan dan kaget begitu melihat sahabatnya sendiri akan menikah dengan Chang Ryul yang baru memutuskan hubungannya kemarin. In Hee meminta maaf ke Kae In tapi mukanya tetep ga merasa bersalah. Lalu Kae In nanya sejak kapan mereka berhubungan? In Hee bilang kalau hal itu ga penting dan yang penting itu sekarang dia dan Chang Ryul akan menikah. Chang Ryul bilang bahwa dia akan bersedia dihukum atas masalah ini asal Kae In mau pergi keluar dan tidak mengganggu acara mereka. In Hee sempat marah ke Chang Ryul karna Chang Ryul bilang bersedia di hukum. Young Sun mulai emosi dan marah-marah ke In Hee. Chang Ryul pun buru-buru memanggil sekertaris Kim dan keamanan untuk membawa Kae In dan Young Sun keluar. Sementara itu Jin Ho dan Sang Joon melihat hal itu dari kursi tamu.


Chang Ryul melihat ke arah ayahnya dan meminta maaf lalu dia meminta pembawa acara agar melanjutkan acara pernikahan itu. Sementara itu Kae In dan Young Sun di bawa ke ruang keamanan. Anaknya Young Sun iseng mainin speaker sehingga suara Kae In yang bercerita kalau dia kaget melihat mantan pacarnya akan menikah dengan sahabat yang telah berteman dengannya selama 10 tahun tetapi dia akan mengucapkan selamat bagi kedua mempelai, terdengar ke setiap ruangan di Hotel tersebut. Gara-gara omongan Kae In tersebut, ada pasangan yang mau menikah pun mulai berantem. Ayahnya Chang Ryul mulai kesal dan meninggalkan resepsi pernikahan anaknya itu. Sementara itu Mr.Han juri yang kemarin memilih Chang Ryul menang dalam tender pun mulai meninggalkan Acara resepsi.

Jin Ho melihat si Mr.Han itu meninggalkan acara resepsi sehingga dia mengikuti dari arah belakang. Dan dia melihat kalau orang-orang suruhannya Chang Ryul sedang berbicara dengan Mr.Han dan itu membuat dia curiga kalau Chang Ryul memenangkan persentasi kemarin karna bermain licik dengan Mr.Han tersebut. Akhirnya dia berlari ke bawah dengan menggunakan tangga menuju basement sementara itu Sang Joon diminta untuk mencari tau nomor polisi mobil Mr.Han tersebut.

Seorang security datang ke ruang keamanan dan bilang kalau suara Kae In tadi terdengar ke setiap ruangan dan membuat para calon mempelai marah-marah dan menuju ke ruangan itu. Young Sun buru-buru menarik anaknya dan juga Kae In untuk pergi dari situ. Tapi sayangnya sudah banyak orang yang berkumpul di depan ruang keamanan dan dia pun meminta maaf kepada orang-orang. Ketika mau pergi, In Hee dan Chang Ryul ada di situ juga. In Hee bertanya ke Kae In apakah sekarang dia sudah senang karna membuat dia hampir gagal menikah? Kae In meminta maaf dan bilang seharusnya In Hee bilang terlebih dahulu ke dia maka dia pun tidak akan marah. In Hee malah nyolot dan membuat Young Sun kesal dan menamparnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Jin Ho berlari-lari menuruni tangga darurat menuju basement dan masuk ke mobilnya setelah mendapatkan telfon dari Sang Joon. Sementara itu Mr.Han sedang berada di lift menuju ke basement juga. Jin Ho mulai mengendarai mobilnya sambil terus mencari nomor plat mobil Mr.Han tersebut, dan akhirnya setelah ketemu terdengar bunyi keras.

Kae In, Young Sun dan juga anaknya Young Sun pergi dari acara tersebut. Young Sun terus mengomel dengan bilang kalau In Hee itu sahabat yang ga tau malu karna sudah merebut pacarnya Kae In. Kae In bilang ke Young Sun bahwa dia akan pergi sendiri berusaha menenangkan diri. Young Sun bertanya apakah kamu baik-baik saja? Kae In bilang bahwa tentu dia tidak baik-baik saja, lalu dia pergi. Young Sun juga ikut pergi dari situ bersama anaknya namun ke arah yang berlawanan.

Jin Ho berdiri di sebelah mobilnya Mr.Han tersebut sambil membenarkan sesuatu, ketika Mr.Han itu datang dia bertanya apa yang dilakukan oleh Jin Ho kepada mobilnya? Jin Ho meminta maaf dan bilang tadi dia buru-buru mau keluar dan ga sengaja menabrak spion mobil Mr.Han sampai patah. Mr.Han tersebut ga mempermasalahkan hal itu dan bersiap pergi. Tapi tiba-tiba Mr.Han bilang ke Jin Ho kalau persentasi Jin Ho waktu itu cukup bagus dan Mr.Han itu pun memberikan kartu namanya kepada Jin Ho dan bilang kalau masalah hari ini hanya masalah kecil.


In Hee keluar dari gedung tempat resepsinya berlangsung sambil diikuti oleh Chang Ryul dan juga sekertaris Kim. In Hee marah-marah dan berniat pergi dengan mobil pengantinnya tapi sebelum itu dia meminta tiket bulan madunya ke Chang Ryul. Chang Ryul pikir kalau In Hee akan pergi ke tempat bulan madunya itu berdua dengannya tetapi ternyata In Hee pergi dengan mobil itu sendirian tanpa mempedulikan Chang Ryul.

Sekertaris Kim bilang ke Chang Ryul kalau Chang Ryul beruntung tidak di tampar eeeeh tiba-tiba ayahnya Chang Ryul datang dan menampar Chang Ryul dan bilang Chang Ryul ga usah memanggil dia ayah lagi karna dia sudah membuat malu ayahnya itu. Sekertaris Kim kembali berkomentar dengan bilang kalau Chang Ryul sangat menyedihkan karna ditinggalkan oleh calom pengantinnya dan dianggap bukan anak oleh ayahnya. Chang Ryul kesal dan memarahi sekertaris Kim yang dianggap memperbolehkan Kae In masuk ke dalam gedung resepsi perkawinan.

Kae In berdiri di zebra cross sambil mengingat lagi ketika tadi dia melihat Chang Ryul dan In Hee di altar. Dia berjalan menyebrang dengan sangat pelan sehingga ketika lampu mulai berubah menjadi merah, banyak mobil yang klakson ke arah Kae In. Jin Ho dan juga Sang Joon yang menggunakan mobil melihat In Hee namun tidak begitu mempedulikan dan memilih terus menjalankan mobilnya.


Ketika sampai di kantornya, Sang Joon bilang ke Jin Ho kalo mereka memiliki kesempatan bagus untuk proyek yang akan datang. Tiba-tiba Tae Hoon muncul dan Sang Joon bertanya, kenapa Tae Hoon masih ada di kantor? Padahal kan dia sudah di pecat. Tae Hoon meminta maaf dan bilang, masa hanya karna dia kalah minum makanya di pecat? Jin Ho lalu bilang ke Sang Joon untuk segera membuang mejanya Tae Hoon yang langsung di cegah oleh Tae Hoon. (I really looooove Lee Min Ho)

Jin Ho dan juga Sang Joon masuk ke ruangannya Jin Ho dan mengunci pintu. Tae Hoon terus berteriak dari arah kaca jendela dan bilang kalau dia memiliki rencana rahasia yang pasti membuat mereka bisa di terima di proyek galeri nanti. Jin Ho dan Sang Joon otomatis langsung kaget ketika Tae Hoon bilang tentang sebuah rumah yang di panggil Sang Go Jae.

Sementara itu di rumah yang memiliki nama Sang Go Jae itu didatangi oleh 3 orang preman yang terus memukul-mukul pintu. Sedangkan dari arah jauh terlihat Won Hoo yang bersembunyi dari arah jauh sambil terus melihat ke arah 3 preman yang memukul-mukul rumah Sang Go Jae yang merupakan rumahnya Kae In. Won Hoo mencoba menelfon Kae In namun telfon itu tidak diangkat oleh Kae In yang berjalan lesu ke arah rumahnya sendiri.Won Ho pun meninggalkan pesan dan bilang dia meminta maaf karna telah meminjam uang sebesar 10.000 dollar dan menggadaikan rumahnya Kae In. ternyata ada seorang preman yang melihat Won Ho dan langsung mengejarnya. Salah seorang preman yang lainnya meninggalkan surat di rumah Kae In.


Ketika 3 preman itu mengejar Won Ho, KaeIn datang dan masuk ke rumahnya. Dia kaget melihat ada 2 surat di depan pintu masuknya. Surat yang pertama adalah surat undangan perkawinan Chang Ryul dan juga In Hee sedangkan surat yang ke 2 adalah surat penagihan hutang yang membuat Kae In sangat kaget.

Di kantornya Jin Ho mereka membahas tentang rencana rahasia yang di sampaikan oleh Tae Hoon. Tae Hoon bilang ke Sang Joon dan juga Jin Ho kalau pemilik gallery tersebut sangat menyukai gaya rumah Sang Go Jae. Si pemilik gallery sudah meminta arsitek yang membuat Sang GoJae untuk membangun gallery-nya namun permintaan itu di tolak. Jadi kemungkinan besar kalau Jin Ho bisa membuat design yang mirip dengan rumah Sang Go Jae maka dia akan memenangkan proyek gallery. Nah sebelum mengetahui design rumah Sang Go Jae, Jin Ho meminta Sang Joon untuk mencari tahu siapa arsiteknya.


Malamnya di rumah Kae In, Kae In sedang duduk di kamarnya sambil merenung. Tiba-tiba ada telfon, awalnya dia sangka itu telfon dari Won Hoo tapi ternyata itu telfon dari ayahnya. Ayahnya bertanya apakah ada sesuatu hal yang terjadi sama Kae In? Kae In menjawab ga ada apa-apa. Lalu ayahnya bilang kalau dia akan datang ke Korea bulan Mei. Kae In kaget karna seharusnya ayahnya itu datang bulan Agustus. Kae In pun melihat ke tabungannya namun uang tabungannya itu tidak cukup unttuk membayar hutang. Lalu dia pergi ke kamar yang dulu di sewakan ke In Hee untuk meminta uang bulanan namun ternyata In Hee sudah tidak ada. Young Sun menelfon dan Kae In pun meminta Young Sun datang.

Young Sun datang dan melihat Kae In bersedih. Dia menghampiri Kae In dan bilang ga usah sedih eeeh ternyata Kae In bukannya lagi nangis tapi lagi makan. Kae In memeluk Young Sun dan bilang untung saja ada Young Sun yang sebagai sahabat setianya, lalu Kae In meminta uang kepada Young Sun tetapi Young Sun sedang tidak punya uang. Young Sun bilang ke Kae In untuk jujur yang sebenarnya saja ke ayahnya Kae In namun Kae In bilang hal itu tidak mungkin karna dia tidak begitu dekat dengan ayahnya. Young Sun mengatakan sesuatu tentang ayahnya Kae In yang membuat Kae In langsung kesal dan Young Sun pun cepat-cepat meminta maaf.

Jin Ho dan Sang Joon masih berada di kantor membahas tentang rumah Sang Go Jae. Jin Ho melihat-lihat foto di sebuah buku yang menampilkan rumah Sang Go Jae tersebut sementara Sang Joon menjelaskan tentang tuan Park yang merupakan arsitek rumah Sang Go Jae tersebut. Sang Joon menceritakan bahwa istrinya tuang Park sudah meninggal dan itu membuat tuan Park pergi ke luar negri untuk mengajar sementara itu anak perempuannya menempati rumah Sang Go Jae itu.

Tiba-tiba Sang Joon mendapatkan ide dan bilang ke Jin Ho agar Jin Ho menggunakan fisiknya yang cakep dan juga tampan untuk menarik perhatian anak perempuan tuan Park sehingga Jin Ho bisa masuk ke rumah Sang Go Jae dan melihat design rumah itu. Jin Ho bilang kalau rencana itu terlalu menghayal dan bilang agar Sang Joon saja yang merencanakan rencana itu.


Di rumahnya Kae In, Kae In memainkan kursi goyang kecil dan mengingat ketika dia digendong oleh ibunya di atas kursi goyang. Lalu dia menangis dan bilang kalau selama ini dia mencoba membuat ayahnya bangga padanya namun pada akhirnya dia gagal membuat ayahnya bangga.

Kae In mencoba menelfon peramal dan menanyakan tentang nasibnya. Peramal palsu bilang kalau akan ada seseorang yang datang dr arah timur dan membuat peruntungan untuk Kae In. Kae In bertanya laki-laki atau perempuan? Si peramal itu bilang kalau yang datang bukan laki-laki. Kae In senang karna berarti itu artinya bukan ayahnya yang akan datang. Lalu Kae In bertanya apakah wanita? Si peramal lagi-lagi bilang bukan. Kae In bingung dan bilang kalau akhir-akhir ini nasib dia sedang jelek. Lalu si peramak bilang kalau 50 detik pertama nelfon itu geratis, Kae In udah tenang namun si peramal bilang lagi kalau 30 detik kemudian harus bayar 1,5 dollar dan Kae In buru-buru mematikan telfon itu. Tiba-tiba ada suara bel dan Kae In buru-buru membuka pintu.


Ketika pintu dibuka, Kae In kaget melihat Sang Joon berdiri di depan rumahnya sambil membawa bunga. Sang Joon juga kaget dan bilang apakah Kae In wanita yang ada di pernikahan Chang Ryul? Kae In buru-buru bilang bukan dan menutup pintu. Lalu tidak lama kemudian Kae In membuka pintu dak bertanya apakah Sang Joon berasal dari timur? Sang Joon bilang kalo kantornya bukan dari timur tetapi dari selatan. Kae In pun kembali menutup pintu rumahnya. Sang Joon lalu berfikir jangan-jangan anak tuan Park itu adalah Kae In, makanya dia cepat-cepat menelfon Jin Ho. Kae In mendapatkan telfon dr orang yang di pameran membeli produk meja dia dan Kae In pun cepat-cepat pergi bertemu dengan orang itu.

Ternyata kabar buruk menimpa Kae In kembali. Si orang itu ternyata ga jadi beli mejanya Kae In karna menurut bos orang itu, meja buatan Kae In tidak akan laku di jual kepada orang-orang. (OH GOD, lo harus liat deh nih muka si laki-laki yang bicara sama Kae In ini, rambutnya Goo Jun Pyo abis dan di papan namanya tertulis GOO JUN PYO ahahahaha gw ga bisa berhenti ketawa deh kalo ngebandingin muka orang itu sama Lee Min Ho pas jadi Goo Jun Pyo hahaha)

Jin Ho datang ke sebuah gallery untuk membicarakan tentang bisnis dan ternyata dia bertemu dengan Mr.Han yang sedang mengobrol dengan ayahnya Chang Ryul. Ayahnya Chang Ryul kenal dengan Jin Ho dan mengatakan kepada Mr.Han kalau dia dan ayah Jin Ho adalah teman yang sangat akrab. Ayahnya Chang Ryul berniat mengajak Jin Ho makan bersama namun Jin Ho menolaknya. Mr.Han kemudian bilang kalau dia yakin Jin Ho akan berhasil dalam proyek gallery tersebut. Sementara itu ayahnya Chang Ryul sempat mengatakan sesuatu yang membuat Jin Ho kembali ke ingatan masa kecilnya ketika dia dan ibunya di usir dari rumahnya sementara itu ayah Chang Ryul dan Chang Ryul yang menempati rumah mereka.


Jin Ho kembali tersadar dari lamunanya karena Sang Joon datang menghampiri. Lalu Jin Ho bertanya bagaimana rencana Sang Joon mengenai anaknya tuan Park. Lalu Sang Joon pun bercerita kalau anaknya tuan park itu adalah perempuan yang ada di pernikahannya Chang Ryul dan juga perempuan yang pernah dibilang egois sama Jin Ho. Sang Joon bilang ke Jin Ho agar mereka menyerah proyek gallery saja namun Jin Ho mengatakan kepada Sang Joon agar dia yang berusaha agar bisa mendapatkan design rumah Sang Go Jae.

Di rumahnya Chang Ryul, Chang Ryul sibuk mengangkat telfon dan berbicara dengan ibunya. Tiba-tiba HP yang satu lagi berbunyi dan sekertaris Kim bilang kalau ada telfon dari ibu Chang Ryul yang satu lagi. Chang Ryul pun cepat-cepat mengangkat telfon yang satu lagi. Sekertaris Kim diam-diam bilang, bagaimana mungkin Chang Ryul bisa punya 7 orang ibu? (7 IBU? WHAT? ckckckck) lalu HP yang satu lagi bunyi dan ternyata itu telfon dari ayahnya Chang Ryul.

Chang Ryul di panggil ke kantor dan langsung di marahi oleh ayahnya. Ayahnay itu bilang kalau Jin Ho sepertinya tertarik sama proyek gallery dan dia tidak mungkin melakukan hal licik seperti pada proyek sebelumnya. Chang Ryul bilang kalau dia akan berusaha mendapatkan proyek gallery dan mengenai In Hee… belum ngomong tentang In Hee namun ayahnya Chang Ryul sudah marah dan bilang ke Chang Ryul kalau Chang Ryul harus memenangkan proyek ini kalau tidak dia akan memindahkan Chang Ryul ke cabang di Cina.


Keluar dari ruangan ayahnya, Chang Ryul merasa kakinya sakit karna tadi di tending oleh ayahnya. Lalu dia menyuruh sekertaris Kim untuk mencari informasi latar belakang tentang Jin Ho. Sekertaris Kim tidak mengeluarkan catatan untuk mencatat dan itu membuat Chang Ryul bilang “apakah otak sekertaris Kim sungguh pintar sampai-sampai tidak perlu mencatat?” (Ko gw suka sama si Chang Ryul ya? Haha ganteng sih.)


Jin Ho berdiri di depan rumah Kae In dan menelan bel namun tidak ada orang yang membuka pintu terus.Ternyata pintu tidak di buka karna Kae In dan Young Sun ada di truk yang membawa kembali meja yang di kembalikan. Young Sun memberikan ide untuk menyewakan kamar In Hee saja. Namun Kae In bilang hal itu tidak mungkin di lakukan karna ayahnya melarang orang asing masuk ke dalam rumah. Namun tidak ada cara lain lagi untuk mendapatkan uang sehingga Kae In pun setuju.

Won Hoo diam-diam memperhatikan rumah Kae In dari jauh dan melihat Jin Ho yang sedang memotret rumah Kae In. dari dalam truk, Young Sun melihat Won Ho dan berteriak agar truk berhenti. Kae In pun mengejar Won Ho, Jin Ho yang melihat Kae In pun ikut-ikutan mengejar Won Ho. Kae In terjatuh dan meminta tolong Jin Ho untuk mengejar Won Ho. Akhirnya Won Ho tidak bisa kabur lagi dan Kae In pun marah-marah ke Won Ho. Kae In baru sadar ada Jin Ho dan bertanya ada apa Jin Ho situ? Jin Ho bilang ke Kae In kalau Kae In harus bilang makasih ke dia karna dia lah yang sudah menangkap Won Ho. Lalu terdengar suara perut Won Ho yang membuat Kae In kasian dan meneraktir Won Ho makan.


Kae In bertanya ke Won Ho apakah uang yang di pinjam oleh Won Ho benar-benar sudah habis? Won Ho bilang iya. Kae In kesal dan bilang kalau karna ulah Won Ho maka dia terpaksa menyewakan kamar In Hee. Jin Ho mendengar hal itu dan langsung berfikir untuk menyewa kamar itu. Won Hoo lalu bilang mau ke toilet, Kae In percaya begitu saja lalu Jin Ho bilang “kau ini bodoh atau apa sih? Lihat temanmu itu bukan ke toilet, tapi kabur!” Kae In bilang kalau dia percaya sama Won Ho dan Won Ho ga mungkin kabur tapi pada nyatanya Won Ho benar-benar kabur.

Jin Ho melihat Kae In yang dari tadi menyeret kakinya dan langsung membawa Kae In ke ruamh sakit. Kae In mulai curiga sama Jin Ho yang bertingkah baik pada dirinya. Di dalam mobil, Jin Ho bilang kalau Kae In harus mengajak dia melihat-lihat rumah Song Go Jae. Kae In kaget karna Jin Ho mengetahui nama rumahnya itu dan bertanya dari mana Jin Ho tau nama rumahnya? Jin Ho bilang kalau dia tahu dari papan nama di depan rumah Kae In. Lalu Kae In bertanya kenapa Jin Ho mau melihat rumahnya? Jin Ho pun bilang kalau dia sedang mencari rumah kost. Kae In tambah kaget dan bertanya dari mana Jin Ho tau tentang kamar yang dia sewakan? Jin Ho lagi-lagi menjelaskan kalau tadi dia denger omongan Kae In yang bilang menyewakan kamar ketika sedang mengobrol dengan Won Hoo.

Ketika sampai di depan rumah Kae In, Kae In mengucapkan terima kasih dan bilang ke Jin Ho kalau nanti dia akan membayar biaya rumah sakit kepada Jin Ho. Jin Ho membujuk Kae In agar dia bisa menyewa kamar di rumah Kae In namun Kae In bilang kalau rumahnya itu tertutup buat orang asing dan dia pun segera turun dari mobil. Jin Ho menyusul turun dan terus membujuk.Tiba di depan pintu masuk, Kae In melihat ada selembaran yang di temple di depan pintu dan dia langsung melepaskan selembaran itu. Jin Ho membaca selembaran itu dan langsung bertanya apakah rumah itu di gadaikan oleh Kae In? Kae In merebut kertas itu dan mengusir Jin Ho pergi.


Jin Ho tidak pergi juga justru dia terus bilang kepada Kae In kalau misalnya dia tinggal di situ maka dia akan membayar dan rumah Kae In itu pun dapat terbebas dari pengadaian. Kae In tetap menolak dan bilang kalau seorang perempuan tidak mungkin tinggal serumah dengan laki-laki yang dia tidak kenal. Dalam hati Jin Ho bilang “perempuan? Apakah yang dia maksud itu dia? Hah?” lalu Young Sun datang membuka pintu dan kaget melihat laki-laki yang waktu itu di dalam lift ada di depannya sekarang. Kae In mengusir Jin Ho dan mengajak Young Sun masuk ke dalam.

Young Sun nongol di balik pintu masuk dan bilang ke Jin Ho kalau dia akan berusaha membuat Kae In memperbolehkan Jin Ho menyewa kamar di rumah itu. Lalu Young Sun bilang ke Kae In kalau Jin Ho itu bisa menolong Kae In mendapatkan uang. Kae In tetap menolak karna dia tidak mau tinggal satu rumah dengan laki-laki. Young Sun lalu bilang kalau Jin Ho itu kan gay jadi ga akan ganggu Kae In. malah Jin Ho bisa di jadikan teman gay yang seru. Kae In pun mulai menghayal Jin Ho masak buat dia, nemenin ke mall, dan juga pake masker. Dan beberapa menit kemudian Young Sun nongol kembali di pintu dan mengajak Jin Ho untuk melihat-lihat rumah.


Jin Ho kembali ke kantor dan bilang ke Sang Joon kalau dia akan pindah rumah. Sang Joon Tanya pindah ke mana? Jin Ho pun bilang kalau dia akan pindah ke Sang Go Jae. Sang Joon kaget tapi dia seneng karna itu akhirnya Jin Ho bisa masuk ke Sang Go Jae dan mendapatkan inspirasi ide design agar mereka memenangkan proyek gallery.

Kae In dan juga Young Sun lagi di ruang perabotan. Young Sun bilang kalau Jin Ho itu ganteng dan bisa di manfaatin. Kae In tetap bilang kalau Jin Ho itu sangat menyebaklan namun lagi-lagi Young Sun bilang agar Memaafkan Jin Ho saja.

Malamnya Sang Joon menemani Jin Ho ke Sang Go Jae. Sebelum masuk ke dalam rumah, Sang Joon bilang ke Jin Ho kalau kemungkinan besar Kae In tertarik sama Jin Ho makanya menerima Jin Ho. Lalu Sang Joon bilang agar Jin Ho waspada selalu sama Kae In. Jin Ho malas mendengarkan omongan Sang Joon yang anehaneh sehingga cepat-cepat dia masuk ke dalam rumah.


Mereka pun ber-empat (Jin Ho, Kae In, Sang Joon dan juga Young Sun) berkumpul di ruang tengah untuk menandatangani surat kontrak. Tiba-tiba Young Sun bilang kalau Sang Joon dan juga Jin Ho pasti sudah saling pengertian dan begonya si Sang Joon malah bilang tentu saja mereka sangat pengertian karna sudah sangat lama bersama. Lalu Kae In bilang kalau Jin Ho harus memetuhi aturan tidak boleh memotret rumah sembarangan karna ayahnya tidak suka hal itu. Eeeh Jin Ho juga bilang dia ada syarat untuk Kae In yaitu ga boleh jorok. Kae In kesal dan bilang ke Jin Ho kalo misalnya Jin Ho tidak mematuhi persyaratan maka dia akan memotong setiap bagian tubuh Jin Ho. Terjadi perang dingin antara pereka berdua dan Young Sun dan juga Sang Joon langsung mengamankan hal itu.


Jin Ho dan Sang Joon mulai beres beres di dalam kamar. Kakinya Jin Ho ga sengaja kena pake dan Sang Joon menyuruh Jin Ho membuka celananya agar bisa di obati. Diam-diam Young Sun mendengar hal itu dan jadi kaget sendiri. Kae In juga mendengar hal itu dan langsung enek sendiri sama Jin Ho dan semakin yakin kalo 2 orang itu adalah pasangan homo.

Young Sun bilang ke Kae In kalo dia jadi ingin ikutan pindah ke Sang Go Jae agar bisa melihat wajah gantengnya Jin Ho. Tapi Kae In bilang kalau Jin Ho itu kejam karna kemarin malam dia pernah bertemu dengan Jin Ho yang meninggalkan teman homonya sendirian di hotel. Tiba-tiba pintu kamar Jin Ho terbuka dan Sang Joon pamit pulang. Young Sun berjalan mendekati Jin Ho dan bertanya “dimana laki-laki yang lainnya?” Jin Ho ga ngerti hal itu dan pas Kae In mau menjelaskan hal itu, Young Sun cepat menutup mulut Kae In dan bilang ke Jin Ho agar menganggap rumah itu adaah rumahnya.

Chang Ryul melihat-lihat kembali foto-foto praweddingnya. Tiba-tiba In Hee datang ke rumah itu dan tidur di samping Chang Ryul. Mereka berdua sama-sama kaget dan terbangun. In Hee mengusir Chang Ryul tapi Chang Ryul bilang kalau rumah itu adalah hadiah dari ayahnya. Lalu mereka berdua pun mulai berantem.


Jin Ho sedang berjalan-jalan mengitari rumah Sang Go Jae itu. Dia berkali-kali dapet telfon dari Hye Mi tapi ga diangkat oleh dia. Jin Ho menemukan seebuah ruangan dan melihat ada denah rumah Sang Go Jae. Ada telfon dari ibunya dan dia pun bilang kalau dia ga bisa angkat telfon sekarang dan akan menelfon nanti. Tiba-tiba ada suara aneh dan dia pua kaget ketika melihat ada Kae In di sampingnya. Jin Ho bilang kalau dianyasar dan salah masuk ruangan. Kae In bilang kalau Jin Ho melanggar peraturan dan Kae In pun menyalakan bor-nya membuat Jin Ho takut dan langsung lari ke kamarnya.

Kae In berjalan ke pintu depan dan kaget ketika melihat In Hee datang dan bilang kalau dia lelah dan ingin tidur. Kae In Tanya kenapa In Hee balik ke tempat itu? In Hee bilang kalau dia kembali ke tempat dia tinggal dulu apakah itu masalah? Kae In kaget mendengar hal itu dan kesal sehingga dia langsung menarik rambutnya In Hee dan mereka pun berantem.

Jin Ho ga bisa focus dan merasa keganggu sehingga dia keluar kamar dan bilang kalau mereka berdua mengganggu dia. In Hee kaget melihat ada Jin Ho di kamarnya. Kae In bilang apakah In Hee iri dengannya dan berniat merebut Jin Ho? In Hee bilang kalau dia tidak akan merebut Jin Hoo karna Jin Hoo lah yang akan datang padanya. Kae In bilang kalau In Hee itu bukan tipe dia jadi dia ga mungkin bisa dapetin Jin Hoo. In Hee bilang dalam waktu 10 menit dia bisa dapetin Jin Ho dan mulai berjalan menuju kamarnya Jin Ho. Tapi tiba-tiba Kae In bilang kalau Jin Ho itu gay jadi ga mungkin Kae In dapetin Jin Ho. Jin Ho yang mendengar hal itu kaget karna di sangka gay.

Read More...

Sinopsis Personal Taste episode 1


Casts :

Sohn Ye Jin as Park Kae In
Lee Min Ho as Jeon Jin Ho
Kim Ji Suk as Han Chang Ryul
Wang Ji Hye as Kim In Hee
Jung Sung Hwa as Noh Sang Jun
Ryu Seung Ryeong as Choi Do Bin
Choi Eun Seo as Na Hye Mi
Im Seul Ong as Kim Tae Hoon

Preview Personal Taste thank you to meow13131313 Youtube





Kriiiiing.....!!!!

Jam beker Park Kae in meraung-raung, Kae in melompat bangun dengan kikuk, ia sudah terlambat. Kae in, designer furniture dan sudah kerja lembur semalaman. Ia tertidur di lantai kamar kerjanya.

Kae in bersiap-siap ke kantor dengan mengenakan baju yang lumayan bagus tapi "dihancurkan" dengan jaket biru dan boot-nya.



Sebaliknya, di rumah Jeon Jin Ho..

Jin Ho tidur di kamar yang luas, bersih, rapi, teratur, chic, elegan dan ia menemukan seseorang tidur di sampingnya. Jin hosantai saja dan dengan ringan berkata pada gadis di sampingnya untuk berhenti berpura2.

Gadis itu, Na Hye Mi, bertanya bagaimana Jin ho bisa menolak gadis sexy seperti dirinya? Hye Mi setengah bercanda bertanya, apa mungkin kau lebih menyukai pria? Jin Ho membalasnya, "Bukankah kau tahu aku memang seperti itu?"

Ibu Jin ho memanggil dari luar, dan Jin ho langsung bereaksi dengan panggilan ibunya. Jin ho langsung mendorong Hye Mi ke balkon luar. Ibunya tanya dimana Hye Mi ? Jin Ho bergumam, bukankah dia masih di Kanada?

Kae In terlambat dan mobil Jin Ho tidak bisa keluar dari parkiran, jadi keduanya ada di jalan mencari taksi. Bahkan berebut taksi yang sama. Saat mereka berdebat siapa yang memanggil duluan, orang lain langsung masuk dan pergi dengan taksi itu. Keduanya akhirnya mengejar bis.


Di dalam bis, mereka berebut tempat duduk. Jin ho duduk di satu2nya bangku kosong di bis. Kae In berharap Jin Ho menunjukkan sedikit sikap gentle, menawarkan kursinya pada wanita, tapi Jin Ho tidak tergerak. Sembari duduk, Jin Ho melihat ke arah garis celana Kai In ^__^ Dan meskipun Jin ho melihatnya tanpa selera, Kae In memergoki Jin Ho melihat ke arah pantatnya dan ia berpikir Jin Ho genit.

Kae In membenarkan bajunya dan tiba2 bis mengerem mendadak, Kai In harus menahan badannya ke belakang, Jin ho yang ingin melindungi maket bangunan-nya, mau tidak mau menahan Kae In, hanya posisi tangan Jin Ho itu...tepat di pantat Kae In!

Jin Ho membela diri dengan berkata ia mau melindungi maketnya. Kesal karena merasa melindungi maket plastik lebih penting daripada bagian tubuhnya, Kae In berkeras agar sopir bis membawa mereka ke kanto polisi karena ia sudah dilecehkan.

Jin Ho dengan kepala dingin berkata bahwa Kae In mengganggu kepentingan umum, apakah pantatnya lebih penting daripada waktu semua orang dalam bis ini ?

Kesal, Kae In membalas dengan meremas pantat Jin Ho (woo...fans Min Ho berteriak...!!!) Shock, Jin Ho menjatuhkan maketnya, dan langsung hancur berantakan! Oops! Kae In tidak bermaksud sampai seperti itu, dan ia cepat2 turun dari bis. Kabur...!!!


Ternyata hari ini juga hari yang penting untuk Kae In, ia akan meluncurkan koleksi furniture-nya sendiri dalam sebuah expo. Dengan nama Kae-in Story. Furniture nya bertema happy single dan termasuk produk inovasi baru seperti membuat meja makan single sebagai meja makan, meja kerja, macam2 fungsi dalam satu meja. (boleh juga idenya, bgs buat rumah minimalis hehe..)

Kae in senang dengan rangkaian bunga ucapan selamat yang dikirim pacarnya Chang Ryul. Tapi Chang Ryul tidak datang di acara Kae in. Karyawan Kae In, Lee Won Ho, tidak senang dengan ketidak hadiran Chang ryul, apalagi saat tahu dia juga adapresentasi di gedung yang sama.

Ternyata itu presentasi yang sama yang juga disiapkan Jin Ho. Jin Ho sudah menyiapkan ini bersama partner-nya Noh Sang Jun, Jin ho dan Sang Jun harus memperbaiki maketnya dalam waktu yang singkat.

Mereka diinterupsi oleh kehadiran rival mereka, pacar Kai in, Han Chang Ryul. Chang Ryul hanya senyum sinis dan berkata mereka tidak perlu repot2 dengan maketnya karena ia akan memenangkannya. Mereka saling mengejek. Chang ryul mengejek perusahaan Jin ho yang masih baru, dan Jin ho mengejek Chang Ryul yang sukses karena orang lain yang mengerjakan pekerjaannya.

Chang ryul menyerahkan 2 undangan pernikahan pada Jin ho dan Sang Jun. Kata Chang Ryul, ia melakukannya untuk memberikan kesempatan keduanya merasakan makanan hotel yang mewah.

Dalam presentasi, chang ryul mewakili perusahaan Mirae Construction. Dia cukup lancar dan percaya diri, hanya..Chang ryul melakukan kesalahan yang membuktikan kata2 Jin ho bahwa Chang ryul tidak mengerjakan proyeknya sendiri. Ada banyak yang membantunya.


Jin Ho mewakili perusahaan-nya sendiri, M, dan mempresentasikan modelnya dengan hologram (wuih..teknologi Korea dah canggih ya..presentasi pake hologram..wah..harus di contoh nih..) Dan Jin ho menekankan pada harmoni, menggabungkan alam dengan orang2 dan kebudayaan.

Jin ho dan Kae In terlibat clash lagi,

Saat break presentasi, Jin ho Dan Sang Jun jalan ke sekitar hotel dan melihat expo furniture Kae-in story, Sang jun melihat2 furniture, dan ia berhenti di furniture karya Kae In, Sang jun berkata furniture multi fungsi benar2 jenius. Tapi Jin Ho mendengus dan berkata bahwa designer-nya adalah orang yang egois dan jelas tidak pernah masak untuk orang lain.

Orang yang tidak bisa berkomunikasi, dan histerikal. Kae in mendengarnya, sebenarnya ia tidak mau menemui Jin ho karenaingat kejadian di bis, tapi mendengar kata2 Jin ho, Kae in tidak tahan dan ia muncul, Ada beberapa orang di dunia ini yang tidak punya orang untuk menemani makan, apa kau tahu itu!

Para arsitek kembali ke ruang pertemuan untuk mendengarkan hasilnya. Semuanya tegang. Sang jun bahkan bedoa pada Tuhan agar bisa menang, dan mengancam akan pindah kepercayaan ke Budha jika mereka tidak dimenangkan (bwa..haha..yeah right.)


Mirae Cons (prsh Chang ryul) memenangkan penawaran. Seorang pria yang duduk didekan Jin ho, melihat kekecewaan di wajah Jin Ho. Pria itu adalah Choi Do Bin.

Kae In memberi selamat pada kesuksesan pacarnya. Kae in bahkan mengajak pacarnya kencan besok. Chang ryul dengan gugup dan pengecut, justru mencoba putus dengan Kae In. Chang ryul beralasan, ia sudah gagal sebagai pacar dan semua ini salahnya. Kae In justru membelanya dan menghibur Chang Ryul, menskipun Chang Ryul dulunya adalah playboy, sekarang tidak lagi, karena sekarang Chang ryul dengan Kae In.


Chang Ryul putus asa, makanya ia memaksakan diri berlutut dan akan mengeluarkan undangan nikahnya. Kae in salah paham, ia pikir Chang ryul akan melamarnya. Kae in gugup melihat Chang ryul meraih sesuatu di kantongnya, pasti cincin, iya kan ? Kae in berkata ini terlalu mendadak, ia perlu waktu untuk memikirkannya, apa chang ryul bisa memberinya waktu lagi?

Chang Ryul melihat ini jadi aneh dan ia berdiri dan akan protes, tapi justru Kae in mendorongnya kembali berlutut bwa...!


Tiba2, Jin Ho dengan wajah marah mendekati Chang Ryul dan merenggut bajunya, Jin Ho merasa Chang Ryul sudah main belakang sehingga presentasinya lolos. Jin Ho tanya apa ia atau ayahnya sudah mengacaukan lagi.

Ternyata mendiang ayah Jin Ho dulunya adalah presiden Mirae, tapi posisi itu sekarang ada di tangan ayah Chang Ryul. Jin Ho mendirikan perusahaan-nya sendiri.

Chang Ryul berjalan pergi meninggalkan Jin Ho. Kae In merasa Jin Ho sudah mengacaukan lamaran yang nyaris diterimanya.


Jin Ho dan Sang Jun sedang pusing, ada konstruksi yang sedang berjalan dan mereka cemas tidak selesai tepat waktu, karena mereka sudah menginvestasikan semua uang perusahaan untuk proyek ini (membayar pekerja dll) dan presentasi, sekarang mereka kehabisan uang.

Jin Ho menghela nafas dan berkata mereka ambil proyek museum saja. Sang Jun memperingatkannya, ini sudah diluar kemampuan mereka, tapi Jin Ho tetap teguj, ia akan menemui Direktur Choi, Direktur museum itu. Mereka tidak mengenalnya, tapi Sang Jun ingat, pernikahan Chang Ryul! Itu kesempatan bagus bukan saja untuk memperluas jaringan, tapi pengantinnya juga kurator museum. Pasti Choi datang.

Tiba2 Kim Tae Hoon masuk, dan bertanya mengapa Jin Ho berani sekali mengunci Hye Mi diluar, di balkon. (heh..lupa ya dimasukkan lagi ? hehe..)

Tae Hoon juga kerja di perusahaan Jin Ho, tapi tampaknya Jin Ho ingin Tae Hoon keluar. Jin Ho meyakinkan Tae Hoon dia hanya menganggap Hye Mi sebagai adik. Tae Hoon susah diyakinkan. Ia merasa Jin Ho pasti akan menikahi Hye Mi. Tae Hoon sangat cemburu dan ia mulai minum2.


Di rumah Kae In, Kae In berkumpul dengan teman2nya. Lee Young Sun (seorang photographer dan juga seorang ibu) dan Kim In Hee (yang akan menikah besok pagi). In Hee selama ini tinggal dg Kae In di rumahnya tapi sudah pindah karena persiapan menikah. Padahal ia hanya berkencan dengan calon suaminya selama sebulan.

In hee terlihat sedikit tidak tenang saat kedua temannya menyebut pengantin prianya yang misterius itu. Mereka tidak pernah melihatnya. Tapi ketika In Hee mendengar bahwa Chang Ryul hampir melamar Kae In, ia keluar untuk menelepon. In Hee kesal dengan Chang Ryul, seharusnya ia mengatakan yang sebenarnya pada Kae In.

Chang Ryul akhirnya memberanikan diri menemui Kae In. Kae In tentu saja salah mengira ini adalah kelanjutan dari lamaran Chang Ryul.

Chang Ryul mulai mengatakan semua hal negatif mengenai dirinya sendiri. Bahwa ia sudah sering menyakiti Kae in. Kae In senang mendengarnya, karena Chang ryul adalah pria pertama yang melihat seseorang spt dirinya, (yang tidak cantik dan biasa saja) sebagai wanita menarik. Chang Ryul semakin pusing.

Akhirnya, Chang Ryul langsung sampai pada poin-nya, "Kae In, aku mohon padamu...sekarang..dengan aku.." Kae In menunggu dengan menahan nafas, dan Chang Ryul melanjutkan, "...putus saja."

Kae In tertegun, apa ia sudah melakukan kesalahan. Chang Ryul berkata ia tidak mencintai Kae In, dan Kae In seperti anak anjing yang selalu mengikutinya kemana-mana. "Aku kira aku merasa kasihan padamu." Kau adalah gadis yang selalu mengacaukan segalanya dan tidak pernah dicintai sebelumnya, dan ia merasa kasihan pada Kae In.

Kae In benar2 terluka dan pergi dari meja tanpa berkata apapun. Chang Ryul memanggilnya, maka Kae In berhenti dan marah. Dengan gugup Chang Ryul menarik gelas airnya mendekat, agar tidak diambil Kae In. Tapi Kae In terlalu marah, dan berkata, "Aku minta maaf. Kau selama ini mencoba tidak melukaiku, tapi aku terlalu bodoh sehingga tidak menyadarinya."


Jin Ho dan teman2nya masih minum2 di pojangmacha (aneh liat Lee Min Ho di warung hehe..aku msh kebawa dia sbg Jun Pyo). Tae Hoon menantang Jin Ho minum, Jika Jin Ho kalah, maka ia harus kencan dengan Hye mi.

Sang Jun tidak mengerti. Tae Hoon berkeras, jika Hye Mi bahagia, maka Tae Hoon juga. Itulah cinta. Jin Ho berkata, itu adalah cinta diantara kalian berdua, jangan libatkan aku. Tapi Jin Ho setuju minum, jika ia menang, maka Tae hoon harus keluar dari perusahaannya.

Kae In depresi, maka ia menelepon Won Ho (karyawannya) dan minum2. Kae In mabuk berat, dan ia marah pada dirinya sendiri karena begitu buta dan bodoh.

Won Ho mengambil kesempatan ini untuk menyatakan perasaannya pada KAe In. Kae In sama sekali tidak mendengar kata2 Won Ho, pertama karena ia berpikir Won Ho hanya menghiburnya, kedua , karena KAe In mabuk berat.


Won Ho membawa Kae In ke hotel. Jin Ho juga harus membawa Tae Hoon ke hotel dan menaikkan Tae Hoon ke tempat tidur. Jin Ho harus membuka jaket dan kemeja Tae Hoon karena Tae Hoon muntah dan mengotori bajunya sendiri.

Jin Ho pergi dan meninggalkan catatan di kaca (ingat Jan di jadinya hehe, ngebales ya..) "Selamat kau dipecat. Kau kencan saja!" (maksudnya dengan Hye Mi)

Sementara itu, Won Ho melihat ke arah Kae In yang terbaring, dan menunduk mencuri mencium Kae in. Kemudian, Won Ho terbawa emosinya dan mulai membuka celana Kae In, dan..Kae In mulai sadar dan dengan grogi tanya, "Apa yang kau lakukan?"

Won Ho berkata, "Aku mencintaimu!" dan melompat ke atas Kae In. Kae In merasa marah, ia percaya pada Won Ho dan sekarang beraninya Won Ho memanfaatkan keadaan. Kae In murka dan ia mengejar Won Ho ke seluruh kamar, menendang dan memukul Won Ho semampunya.

Kae In mengejar Won Ho keluar kamar, Won Ho tergelincir dan menabrak Jin Ho lalu lari. Kae In melihat Jin Ho, "Kau yang tidak bermoral itu." Jin Ho juga mengenalinya, "Lamaran?" Jin Ho mengejek Kae In bahwa pengantin prianya sudah ganti.

Tapi tiba2 ada suara, "Hyung!" dan..Tae Hoon keluar kamar, masih sedikit mabuk tapi cukup sadar saat membaca pesan Jin Ho. Dengan nada aneh ia bertanya, "Apa kau serius dengan yang kau tulis di kaca? Kau tidak bisa melakukan ini!"


Tae Hoon jatuh berlutut dan memohon, "Kak! Kumohon jangan lakukan ini! Kesalahanku hanyalah mencintai!" (well..well...well, siapapun yg melihatnya bisa salah paham hehehe..)

Kae In otomatis berpikir ini adalah pertengkaran pasangan gay, dan menegur Jin Ho benar2 kejam. Jin Ho menghela nafas, Kae In sudah salah paham, tapi ia tidak mau repot2 menjelaskannya. Jin Ho pergi. Tae Hoon menangis dan berkata, "Jangan pergi!"


Kae In merasa kasihan dengan Tae Hoon, ia berkata, "Mereka bilang bahwa orang yang lebih mencintai adalah yang lebih lemah." Tae Hoon menarik Kae In dan memeluknya, ia menangis, "Noona! (kakak)!"


Kae In bertemu Jin Ho diluar dan ia minta maaf karena salah paham tadi pagi, maksud Kae In insiden di bis, sekarang Kae In mengerti Jin Ho adalah gay. Kae In menghela nafas, "Kau punya cinta yang sulit."

Jin Ho berkata bahwa cinta Kae In lebih buruk. Jin Ho tanya apa rencana Kae In hari ini. Kae In berkata temannya akan menikah, Jin Ho menyadari Kae In masih belum tahu apa2, maka ia bercerita mengenai seorang "teman"-nya. Wanita ini tidak tahu bahwa pacarnya akan menikah dengan wanita lain, dan muncul di pesta pernikahan. Kae In tertawa dengan cerita Jin Ho. Siapa yang bisa begitu bodoh ?

Kae In tanya apa yang terjadi dengan wanita itu, dan Jin Ho menjawab, "Kau akan melihatnya."

Chang Ryul mabuk dan ia ke rumah Kae In. Ia menyelipkan undangan di gerbang. Ia juga mengirim voice mail, "Orang yang akan menikah dengan In hee besok itu aku, Kae In. Aku benar2 minta maaf. Aku tahu ini keterlaluan tapi ini permintaan terakhirku, jangan datang di pernikahan besok. kumohon."

Paginya, In Hee cemas, ia belum mendengar kabar apapun baik dari Kae In maupun Young Sun. In Hee yakin ia akan mendengar sesuatu jika mereka tahu yang sebenarnya. Chang Ryul janji, ia jelas, pasti sudah mengurus semuanya. Tapi agar lebih pasti, Chang Ryul memberikan foto Kae In pada sekretarisnya dan minta agar wanita ini tidak diperbolehkan masuk ke acara pernikahan.


Jin Ho dan Sang Jun berangkat ke pesta, mereka ada di lift. Sang Jun bermasalah dengan resleting celananya, ia pergi ke toilet dan kemejanya tersangkut dengan resleting, sehingga macet. Jin Ho membantunya, dan Sang Jun bercanda dengan berdiri dengan posisi yang meyakinkan dan pura2 mengerang, "Mmmm,aw, enak."

Mereka kena batunya saat pintu lift terbuka dan tampaklah Young Sun dan putra kecilnya, berdiri dengan shock. Apalagi Sang Jun terus bercanda.


Mereka tidak menyadari bahwa percakapan mereka justru semakin meyakinkan Young Sun bahwa mereka gay, misalnya : Sang Jun tanya apa yang terjadi dengan Tae Hoon semalam. Jin Ho berkata, Jangan pernah tanya. Aku membawanya ke hotel, dan aku pikir aku akan mati. Sang Jun ketawa, dua orang pria di hotel, pasti menyenangkan.

Tentu saja maksud Sang Jun bukan seperti itu, tapi Young Sun sudah salah paham dan ia hanya bisa menutup telinga suci anak lakinya dengan shock! hahaha...

Young Sun sampai di lorong dan ia kaget sekali saat meliha foto sang pengantin. Young Sun murka. In Hee dan Chang Ryul? Young Sun menyerbu masuk ke dalam dan langsung menghadapi keduanya dengan air mata. Ia tanya In hee dengan sengit, "Apa kau melakukan Botox dengan otakmu?" In Hee punya banyak pacar, mengapa ia harus mencuri pacar Kae In ?

In Hee tampak tulus saat minta maaf karena melukai perasaan temannya. dan janji ia akan berbaikan dengan Kae In. Young Sun berkata dengan kasar, "Dengar ..Jika aku jadi kau, aku akan segera menghentikan pernikahan ini."

Kae In tampaknya tidak melihat undangan pernikahan itu dan ia muncul di pesta, sama sekali tidak sadar. Young Sun melihatnya dan melakukan yang terbaik untuk menghalangi Kae In masuk, tapi ia gagal. Kae In mau masuk ke dalam secepatnya.

Young Sun mencoba menariknya tapi sesuatu menarik perhatian Kae In, pasangan pengantin yang bersiap jalan ke altar.

Kae In bingung dan ia hanya mengikuti pasangan itu jalan ke altar. Young Sun mencoba menariknya tapi Kae In tampak kosong pikirannya dan tidak sadar dengan sekelilingnya, hanya pasangan yang di altar.

Kae In berjalan mendekat pasangan itu, ia ada di belakang mereka. Matanya melihat ke arah Chang Ryul. Chang Ryul yang menyadari Kae In ada di belakangnya jadi shock. Lalu mata Kae In memandang ke arah pengantin wanita yang berusaha sebaik-baiknya untuk menyembunyikan wajahnya dan tidak mau berbalik.


Kae In membuka cadar pengantin wanita dan melihat ke wajah temannya..


Personal view :

Drama ini benar2 refreshing and I love Minho hehe..yah ia lebih akrab dan hangat disini, biarpun karakternya mirip2 Jun Pyo, tapi disini ia lebih dewasa dan lebih down-to earth.

Sohn Ye Jin juga lucu, dan sedikit bloon, sering salah paham tapi ngga bodoh2 amat sih..lucu pokoknya dia, walaupun umurnya lebih tua dari Min Ho tapi ia bisa kaya anak kecil dan polos hehe..

Yang jadi Sang Jun (Jung Sung Hwa), juga lucu sekali. Biarpun agak ndut hehe tapi ia sangat menyenangkan dan aku senang lihat scene Sang jun..

Biarpun ceritanya agak beda dengan novelnya, tapi menurutku menarik juga, bahkan Jin Ho disini lebih menyenangkan karakternya.

Semoga tahun depan ditayangkan di Indonesia. Read More...

SS501 Kim Hyun Joong spotted watching El Clásico by fans


SS501 Kim Hyun Joong yang minggu lalu dikabarkan berangkat ke Spanyol untuk sebuah pemotretan, menarik perhatian fans setelah terlihat sedang menonton El Clasico, yaotu pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona yang merupakan 2 klub bola terbesar di Spanyol

Ji Hoo sunbae yang terkenal sebagai pecinta sepakbola ini terlihat sedang menonton pertandingan tersebut waktu dia berada di Spanyol, bahkan media lokal juga memperlihatkan foto dia berada dalam stadion.

Fans menonton pertandingan itu, dan menemukan Kim Hyun Joong diantara penonton, netizen yang melihat foto ini mengatakan
- kamu bisa menemukan wajah nya walaupun foto nya kecil, stalker beneran
- keren bisa melihat 1 wajah dari ribuan orang

source: dc news inside (tdk gw masukin link nya karena kalian ga bisa buka)

Read More...

2NE1 and 2PM to come together for ‘Anycall Corby Family Festival’ on the 24th!


grup 2pm dan 2NE1 akan tampil bersama dalam sebuah acara.

pada 24 April mendatang, model untuk Samsung akan bersama2, tampil untuk acara yang bernama ‘Anycall Corby Family Festival’ yang diadakan oleh Samsung Electronics. bintang lainnya yang juga menjadi model Samsung spt Son Dam Bi dan Kim Tae Woo juga akan hadir.

juga diberitakan bahwa 2pm dan 2NE1 akan menyanyikan lagu CF mereka untuk Samsung Corby dan CorbyF yang berjudul ‘My Color’ dan ‘Try to be Like Me’. sementara itu, acara ini sudah menerima banyak respon bagus, dan hanya dalam 1 minggu, 3000 tiket sudah dimiliki oleh fans yang akan datang ke acara ini.
source: sookyeong

Read More...

2pm pose for ‘Hanbul, It’s Skin’ CF


2pm terpilih sebagai model CF dari produk kosmetik wanita ‘It’s Skin’(y spt kita ketahui banyak produk kosmetik korea pake model pria)

It’s Skin mengatakan pada 12 April ini ‘kita berpikir bahwa 2pm cocok untuk menjadi model produk kita, karena dia punya pesona tersendiri di mata wanita, dan cocok untuk pasar internasional. oleh karena itu, kita memilih dia’

sementara itu, cf nya sendiri akan keluar pertengahn April ini.
source: hankyung

Read More...

Se7en comeback di Korea pada bulan Junihttp://www.blogger.com/img/blank.gif

Setelah 3 tahun lebih 6 bulan semenjak ‘Se7olution’ rilis pada bulan November 2006, akhirnya Se7en kembali ke Korea. Se7en akan merilis album barunya tersebut di bulan juni. Hal ini sesuai dengan pengumuman YG Entertainment pada tgl.13 April, “Se7en akan merilis album baru pada bulan Juni. Dan ia pun sekarang masih melakukan rekaman untuk lagu tersebut. “

Menurut YG Entertainment, album ini akan terdiri dari 6 lagu baru dan 3lagu dari debut Amerika-nya, sehingga jumlah total ada 9 lagu. Debut Amerika-nya pada tahun 2009 dengan lagu ‘Girl’, dan ini akan menjadi album pertamanya setelah kegiatan Amerika. Sebelumnya, Se7en juga diundang dalam konser solo GDragon’s. Setelah comeback di Korea, ia juga akan pindah untuk mempromosikan lagunya di Jepang.

Read More...

Lee Min Ho’s fashion style in Personal Taste get attention

Sory ya baru bisa nulis lagi. Soalnya lagi sibuk sekolah ni!
Sekarang aku kembali dengan berita yang datang dari Opaa ku tersayang,, siapa lagi kalau bukan LeeMinHo!.


Karakter Lee Min Ho yang bersih dan keren sebagai Jeon Jinho di drama terbaru nya ‘Personal Taste’ menarik perhatian kembali khusus nya pada gaya pakaian yang dikenakan oleh Lee Min Ho.

pada 12 April ini, mnrt perwakilan MBC, mengatakan bahwa pakaian yang digunakan Lee Min Ho mulai dari baju, celana, dan sepatu sedang diminati banyak orang, terbukti dengan penjualan pakain sponsor yang meniingkat.

daripada barang yang sangat mewah, gaya ini dibuatn sendiri khusu untuk drama ini, celana panjang, t-shirt, kardigan rajut, dan sneaker yang dia pakai dibuat khusus untuk drama ini, dan ternyata diminati oleh penonton yang tentu saja laki-laki. drama ini terus bersaing dengan Cinderella Onnie untuk menjadi pemimpin rating drama rabu-kamis
source: newsen

Read More...